RADARBANYUWANGI.ID - Berikut naskah khutbah Jumat tentang menyambut Bulan Rajab, disusun dengan bahasa formal–populer, runtut, dan sesuai kaidah khutbah Jumat (dua khutbah).
Adapun tema Khutbah Jumat kali ini adalah: Menyambut Bulan Rajab, Menyucikan Hati dan Memperbaiki Diri.
KHUTBAH PERTAMA
الحمدُ للهِ ربِّ العالمين، نحمدُه ونستعينُه ونستغفرُه، ونعوذُ باللهِ من شرورِ أنفسِنا ومن سيِّئاتِ أعمالِنا.
مَن يَهْدِهِ اللهُ فلا مُضِلَّ له، ومَن يُضْلِلْ فلا هاديَ له.
أشهدُ أن لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمدًا عبدُه ورسولُه.
Amma ba‘du.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Ketakwaan itulah sebaik-baik bekal hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
(سورة الحشر: ١٨)
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Bulan Rajab termasuk empat bulan haram, yaitu Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Bulan-bulan ini memiliki keutamaan karena Allah melarang keras perbuatan zalim dan dosa di dalamnya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ…
(سورة التوبة: ٣٦)
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)
Bulan Rajab sering disebut sebagai bulan persiapan, karena setelahnya akan datang bulan Sya‘ban dan kemudian Ramadhan.
Orang-orang saleh dahulu sangat memanfaatkan bulan Rajab untuk memperbaiki diri, membersihkan hati, dan meningkatkan amal ibadah sebagai bekal menyambut Ramadhan.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Menyambut bulan Rajab hendaknya tidak sekadar dengan ucapan, tetapi dengan perubahan sikap dan amal nyata. Ada beberapa hal yang patut kita lakukan:
Pertama, memperbanyak taubat dan istighfar.
Rajab adalah waktu yang tepat untuk kembali kepada Allah, meninggalkan dosa, dan menyesali kesalahan.
Jangan menunda taubat, karena kita tidak tahu apakah masih diberi umur hingga Ramadhan.
Kedua, meningkatkan amal ibadah.
Perbanyak shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.
Walaupun tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan di bulan Rajab, setiap amal kebaikan akan bernilai besar di sisi Allah.
Ketiga, menjaga lisan dan perilaku.
Bulan Rajab mengajarkan kita untuk menahan diri dari perbuatan zalim, ghibah, fitnah, dan permusuhan.
Jangan sampai ibadah kita gugur karena buruknya akhlak.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Bulan Rajab juga mengingatkan kita pada peristiwa besar Isra’ Mi‘raj Nabi Muhammad SAW, yang di dalamnya terdapat perintah shalat lima waktu.
Ini menjadi pengingat bahwa shalat adalah tiang agama dan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Maka, jadikan bulan Rajab sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas shalat kita, baik dari segi waktu, kekhusyukan, maupun kesadaran bahwa shalat adalah kebutuhan ruhani kita.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
KHUTBAH KEDUA
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Kembali khatib berwasiat kepada diri sendiri dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan itulah yang akan menyelamatkan kita dari kerugian dunia dan akhirat.
Menyambut bulan Rajab berarti menyambut kesempatan besar.
Kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum datang bulan penuh ampunan, Ramadhan.
Jangan sampai kita menyesal karena melewatkan Rajab tanpa makna.
Rasulullah SAW berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.
(رواه أحمد)
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya‘ban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”
(HR. Ahmad)
Doa ini menunjukkan bahwa Rajab dan Sya‘ban adalah tangga menuju Ramadhan.
Siapa yang mempersiapkan diri sejak Rajab, insyaallah akan lebih siap meraih keberkahan Ramadhan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Mari kita niatkan dalam hati:
- memperbaiki hubungan dengan Allah,
- memperbaiki hubungan dengan sesama manusia,
- serta menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mampu memuliakan bulan Rajab dengan amal saleh dan akhlak mulia.