BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Menyongsong libur sekolah, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi kembali mengimbau kalangan pelajar untuk mengurangi penggunaan gawai (gadget). Dispendik mendorong para pelajar memanfaatkan waktu liburan untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain permainan tradisional, berolahraga bersama teman atau keluarga, dan beragam aktivitas positif lain.
Untuk diketahui, di pengujung tahun 2025 ini Bupati Ipuk Fiestiandani menerbitkan Surat Edaran tentang Gerakan Banyuwangi Sehat (Gerbang Sehat). Ini merupakan kebijakan perubahan perilaku berbasis data untuk mendorong aktivitas fisik minimal 15–30 menit setiap hari guna menekan risiko penyakit metabolik di masyarakat.
Gerbang Sehat dilandasi keprihatinan pemkab tentang hasil Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang menunjukkan 53,1 persen warga Banyuwangi kurang aktivitas fisik. Fenomena ini sangat mengkhawatirkan, karena kurang gerak adalah pintu masuk utama penyakit metabolik seperti obesitas, darah tinggi, diabetes, jantung, dan stroke.
Dampaknya kurang aktivitas fisik sangat serius. Dari data yang sama, 29 persen warga Banyuwangi mengalami obesitas sentral, 20,3 persen overweight, dan 19,4 persen mengalami hipertensi. Selain itu, sekitar 10 persen sudah masuk kategori pra-diabetes, bahkan pada pemeriksaan lanjutan ditemukan 7,2 persen diabetes. Kalau tidak kita cegah sekarang, beban penyakit ini akan terus meningkat dalam 5–10 tahun ke depan.
Terlebih, data terbaru menunjukkan bahwa penyakit metabolik tidak lagi menunggu usia tua. Anak muda, usia produktif, bahkan remaja sudah mulai terdampak. Era teknologi informasi menyebabkan warga mager (malas gerak), berjam-jam scroll medsos –banyak duduk, minim gerak– ditambah konsumsi gula dan makanan instan, mempercepat risiko itu. Jadi ini bukan soal usia, tapi soal kebiasaan hidup.
Seperti disampaikan Bupati Ipuk Fiestiandani pada gelaran Festival Menengan Tradisional 2025 beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, anak-anak saat ini cenderung kurang beraktivitas fisik. Mereka lebih banyak bermain gadget. Ipuk lantas mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menyebutkan lebih dari dua juta anak di Indonesia aktif bermain game daring (online).
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengingatkan pentingnya tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur tepat waktu. (sgt)
Editor : Sigit Hariyadi