Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

UI dan PPNI Bekali Ratusan Pelajar Banyuwangi Materi Kesehatan Reproduksi

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 12 Desember 2025 | 12:00 WIB
Guru Besar Fakultas Keperawatan UI Prof. Agung Waluyo, bersama Kepala Dinkes Amir Hidayat, dan Ketua DPD PPNI Banyuwangi Ns. H. Subroto pada kegiatan pengabdian masyarakat DPIS-UI di Aula SMAN 1 Giri.
Guru Besar Fakultas Keperawatan UI Prof. Agung Waluyo, bersama Kepala Dinkes Amir Hidayat, dan Ketua DPD PPNI Banyuwangi Ns. H. Subroto pada kegiatan pengabdian masyarakat DPIS-UI di Aula SMAN 1 Giri.

RADARBANYUWANGI.ID -  Ratusan siswa SMA/SMK di Banyuwangi mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi langsung dari Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia (UI) Prof. Agung Waluyo, S.Kp, M.Sc, Ph.D. Kamis (11/12).

Di hadapan para pelajar, Prof. Agung menekankan pentingnya keputusan yang dipilih sejak remaja terhadap masa depan mereka.

Kegiatan tersebut digelar dalam pengabdian masyarakat (pengmas) bertajul Membangun Remaja Banyuwangi Tangguh “Healthy Youth Initiative” yang digelar DPIS-UI dan FIK UI bersama DPD PPNI Banyuwangi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi, dan Cabdin Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi.

Dengan gaya yang dekat dengan para Gen Z, Prof Agung menyampaikan kesehatan reproduksi menjadi fondasi penting bagi remaja dalam merencanakan masa depan.

“Generasi muda ini punya masa depan cemerlang. Itu harus diisi dengan hal-hal positif dan salah satunya menjaga kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Dalam sesi materi yang digelar di Aula SMAN 1 Giri itu, Prof. Agung menegaskan tiga poin utama yang harus diperhatikan para remaja.

Pertama, remaja tidak perlu terburu-buru menikah. Kedua, tidak dibenarkan melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan.

Ketiga, memahami risiko penyakit menular seksual, termasuk HIV yang muncul karena ketidakmampuan seseorang mengontrol perilaku berisiko.

Selain tiga poin itu, Prof Agung juga mengingatkan bahwa penyandang HIV tidak boleh dijauhi sebagai pribadi. Yang harus dihindari adalah perilaku yang menyebabkan penularan.

“Cara menghindarinya (terkena HIV) jelas, tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan saling menjaga di antara teman sebaya,” kata Ketua DPP PPNI Bidang Hubungan Kerjasama Dalam Negeri dan Luar Negeri itu.

Dia juga mendorong para siswa untuk menjadi agen edukasi. Mereka diajak aktif mengajak teman sebaya melalui konten-konten positif di media sosial. Baik saat masih di SMA/SMK maupun nanti saat kuliah.

“Media sosial menjadi tempat untuk mengajak. Jadi remaja ini bisa saling mengingatkan agar tidak melakukan seks sebelum menikah dan tetap setia pada pasangan ketika sudah menikah,” imbuhnya.

Agung menambahkan, ada banyak konsekuensi serius dari perilaku seksual di usia dini. Banyak remaja harus putus sekolah karena hamil muda dan terpaksa menikah.

“Banyak cita-cita kandas hanya karena keputusan yang seharusnya bisa dihindari. Sebaliknya mereka yang bisa menjaga diri akan lebih berpotensi mengembangkan diri dan prestasinya,” ucapnya.

Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menambahkan, banyak persoalan kesehatan remaja di Banyuwangi yang perlu ditangani secara serius.Angka penderita anxiety di kalangan remaja di Banyuwangi tercatat ada 9 persen.

Meski angka itu di bawah angka penderita anxiety di dunia menurut Unicef, namun langkah preventif secara  masif harus dilakukan.

Karena itu, Amir mengapresiasi kehadiran tim dari UI untuk memberikan materi preventif kepada para remaja di Banyuwangi.

“Target kita jelas, 2030 zero HIV baru dan zero kematian. Itu harus jadi komitmen bersama, termasuk menghilangkan stigma negatif pada penderita HIV,” tegas Amir.

Sementara itu, Ketua DPD PPNI Banyuwangi, Ns. H. Subroto, S.Kep., M.MKes. mengatakan, kegiatan edukasi bersama Fakultas Ilmu Keperawatan UI diharapkan bisa menjadi pencegahan dini untuk perkembangan penyakit HIV di Banyuwangi.

Karena itu, kegiatan tersebut dihadiri hampir seluruh pelajar SMA/SMK yang ada di Banyuwangi. Baik secara daring maupun luring.

Dia berharap, para siswa benar-benar menyerap materi yang ada sehingga bisa menularkan semua materi mulai dari kesehatan reproduksi, perencanaan pernikahan sampai pencegahan penyakit HIV.

“Hasil kajian kami, stigma negatif pada penderita HIV juga menjadi salah satu hal yang cukup serius. Kita harap dengan kegiatan ini baik angka penyebaran HIV/AIDS maupun stigma negatif bisa berkurang," pungkas Subroto. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#ppni #ui #banyuwangi #reproduksi