Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cold Moon 4 Desember 2025, Kemunculan Supermoon Terakhir Tahun Ini dan Dampaknya di Kawasan Pesisir

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 3 Desember 2025 | 13:50 WIB
Fenomena langit Desember 2025.
Fenomena langit Desember 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Desember 2025 menjadi salah satu bulan paling kaya aktivitas astronomi sepanjang tahun.

Mulai dari supermoon, rangkaian hujan meteor, hingga titik balik Matahari, seluruh fenomena tersebut dapat disaksikan dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama bila kondisi langit cerah.

Salah satu peristiwa yang paling dinantikan adalah Cold Moon, bulan purnama yang sekaligus menjadi supermoon terakhir pada tahun 2025.

Apa Itu Cold Moon?

Cold Moon adalah istilah untuk menyebut bulan purnama yang muncul pada bulan Desember.

NASA menjelaskan bahwa penamaan ini berasal dari tradisi masyarakat di belahan Bumi Utara yang mengaitkan kemunculannya dengan awal musim dingin.

Pada 4 Desember 2025, fase purnama akan terjadi pada pukul 18.14 EST atau sekitar 06.14 WIB pada 5 Desember 2025.

Tahun ini, Cold Moon juga berstatus sebagai supermoon, karena posisinya berada dekat perigee, titik terdekat Bulan terhadap Bumi.

Kondisi tersebut membuat Bulan tampak lebih besar dan terang dibanding purnama biasa.

Dampak Cold Moon Menurut BMKG

BMKG menyampaikan bahwa kombinasi perigee dan bulan purnama pada 4 Desember 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum, sehingga masyarakat diimbau mewaspadai banjir rob di berbagai daerah.

Daerah pesisir yang berpotensi terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, dan wilayah pesisir Maluku.

Banjir rob dapat mengganggu aktivitas pelabuhan, permukiman pesisir, hingga aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

Oleh karena itu, langkah kesiapsiagaan diperlukan agar dampak negatifnya dapat diminimalkan.

Rangkaian Fenomena Langit Desember 2025

Berikut daftar fenomena astronomi yang berlangsung sepanjang Desember 2025:

Hujan Meteor Pheonicid – 2 Desember

Puncaknya terjadi pada 2 Desember dengan meteor lambat dan cahaya lembut.

Pengamatan terbaik dilakukan setelah tengah malam hingga menjelang fajar.

Supermoon: Full Cold Moon – 4 Desember

Supermoon terakhir 2025.

Bulan tampak lebih terang dan besar sehingga mudah diamati tanpa alat bantu.

Hujan Meteor Fi Cassiopeid – 6 Desember

Berintensitas rendah, dengan titik radiant di rasi Cassiopeia.

Lebih mudah diamati dari lokasi minim polusi cahaya.

Hujan Meteor Puppid–Velid – 7 Desember

Terlihat dari rasi Puppis dan Vela.

Indonesia termasuk lokasi strategis untuk mengamatinya.

Hujan Meteor Monocerotid – 9 Desember

Dikenal tidak stabil dan berpotensi menampilkan ledakan aktivitas singkat.

Hujan Meteor Sigma Hydrid – 12 Desember

Memiliki meteor cepat dan relatif terang, dengan radiant di rasi Hydra.

Hujan Meteor Geminid – 14 Desember

Salah satu hujan meteor terbesar tahun ini.

Berasal dari asteroid 3200 Phaethon dan dapat menghasilkan puluhan meteor per jam.

Hujan Meteor Comae Berenicid – 16 Desember

Menampilkan meteor redup, namun tetap menarik bagi pengamat langit yang berada di area gelap.

Hujan Meteor Leonis Minorid – 20 Desember

Berintensitas rendah dengan radiant di rasi Leo Minor.

Pengamatan ideal dilakukan dari tempat yang sangat gelap.

Titik Balik Matahari – 21 Desember

Solstis menandai hari dengan malam terpanjang di belahan Bumi Utara.

Momen ini juga menandai awal musim panas di belahan Bumi Selatan.

Hujan Meteor Ursid – 22 Desember

Fenomena hujan meteor terakhir di bulan Desember.

Lebih mudah diamati dari wilayah lintang utara, tetapi sebagian wilayah Indonesia bagian utara masih berpeluang melihatnya.

Rangkaian 11 fenomena astronomi yang berlangsung sepanjang Desember 2025 menjadikan bulan ini sebagai salah satu periode terbaik untuk mengamati keindahan langit.

Meski beberapa peristiwa memiliki dampak tertentu, seperti potensi banjir rob akibat supermoon, mayoritas fenomena merupakan kesempatan edukatif untuk mengenal dinamika alam semesta.

Dengan persiapan pengamatan yang tepat dan cuaca yang mendukung, masyarakat dapat menikmati keindahan berbagai peristiwa langit tanpa memerlukan alat khusus.

Semoga informasi ini membantu Anda merencanakan sesi pengamatan langit yang lebih optimal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Cold Moon #fenomena langit #desember #supermoon #hujan meteor