Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

FDKI Uimsya Gandeng Kemenag Banyuwangi Gelar Bimbingan Remaja Usia Nikah

Agung Sedana • Jumat, 28 November 2025 | 22:39 WIB
Kasi Bimbingan Masyarakat  Islam Kemenag Kabupaten Banyuwangi H Mastur membuka Bimbingan Remaja Usia Nikah di Aula Haramain Uimsya Blokagung, Banyuwangi pada Kamis (27/11).
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Banyuwangi H Mastur membuka Bimbingan Remaja Usia Nikah di Aula Haramain Uimsya Blokagung, Banyuwangi pada Kamis (27/11).

RADARBANYUWANGI.ID - Kolaborasi apik ditunjukkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Universitas KH Mukhtar Syafaat (Uimsya), Blokagung, Kecamatan Tegalsari. Dengan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, FDKI menggelar Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN).

Acara yang dibuka oleh Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Banyuwangi, H Mastur S.Ag., M.Pd.I., itu dilaksanakan di Aula Haramain yang berada di kompleks Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, dan diikuti 100 mahasiswa pada Kamis (27/11).

“Program ini langkah preventif sekaligus edukatif untuk menciptakan generasi keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah,” terang Mastur.

Dalam acara yang dirangkai dengan penandatanganan kerja sama antara Kemenag Banyuwangi dan FDKI Uimsya tersebut, Mastur menyampaikan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini para remaja diharapkan mampu menentukan pilihan, mencari pasangan yang tepat, serta mewujudkan rumah tangga yang bahagia.

Kasi Bimbingan Masyarakat  Islam Kemenag Kabupaten Banyuwangi H Mastur (lima dari kanan) dan Dekan FDKI Uimsya Agus Baihaqi (enam dari kanan) usai penandatangan kerjasama pada Kamis (27/11).
Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Banyuwangi H Mastur (lima dari kanan) dan Dekan FDKI Uimsya Agus Baihaqi (enam dari kanan) usai penandatangan kerjasama pada Kamis (27/11).

“Pembekalan ini penting, mulai dari pemilihan pasangan hingga kesiapan menjalani ikatan pernikahan dalam perspektif agama dan sosial. Pemahaman mendasar sebelum menikah merupakan investasi jangka panjang yang menentukan stabilitas rumah tangga,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, narasumber berasal dari para penyuluh agama dan kepala KUA di lingkungan Kabupaten Banyuwangi, seperti Dalilatus Saadah, H Guntur, H Mukhlis, dan Ahmad Sakur Isnaini.

Mereka menyampaikan materi mengenai pemahaman diri, kesiapan mental dan emosional, aspek hukum dan agama, keuangan rumah tangga, serta keterampilan membangun keluarga sakinah. Juga hadir pemateri kesehatan reproduksi, dr Hj Zuwidatul Husna.

Saat memaparkan materi, dr Zuwidatul menjelaskan sistem reproduksi, risiko kehamilan usia muda, pentingnya menjaga kesehatan fisik sebelum menikah, serta dampak psikologis bila kesiapan reproduksi tidak terpenuhi.

Para mahasiswa laki-laki maupun perempuan diajak memahami bahwa tubuh adalah amanah, dan berumah tangga membutuhkan kesadaran biologis yang matang.

Dekan FDKI Uimsya Blokagung, Agus Baihaqi, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kerja sama dengan Kemenag Banyuwangi merupakan langkah strategis untuk membuka wawasan mahasiswa terkait nilai-nilai fundamental dalam kehidupan berkeluarga.

“Materi dalam kegiatan ini sangat bagus karena tidak diajarkan sepenuhnya di kampus,” cetusnya.

Agus menilai Bimbingan Remaja Usia Nikah menjadi salah satu upaya terintegrasi yang dilakukan Bimas Islam untuk meminimalisasi persoalan pernikahan yang kerap muncul di masyarakat.

Dengan kegiatan ini, diharapkan risiko pernikahan dini yang sering berujung pada ketidakstabilan rumah tangga dapat ditekan.

“Melalui kegiatan ini para mahasiswa dapat memahami bahwa pernikahan bukan hanya soal kesiapan usia, tetapi juga kesiapan mental, finansial, dan spiritual,” tegasnya.

Agus menambahkan, BRUN bukan hanya evaluasi teori, tetapi juga pembukaan cakrawala baru bagi mahasiswa yang akan memasuki fase dewasa.

Kampus, katanya, memiliki keterbatasan dalam memberikan pembelajaran praktis mengenai kehidupan keluarga, sehingga dukungan Kemenag sangat berarti.

“Saya berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala, mengingat kebutuhan mahasiswa akan literasi pernikahan sangat besar,” pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#Uimsya Blokagung Banyuwangi