RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena hewan lahir dengan satu mata di tengah kepala sering memicu rasa penasaran dan keheranan. Banyak orang menyebutnya “cyclop” karena mirip makhluk mitologi Yunani. Namun dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah cyclopia.
Apa Itu Cyclopia?
Cyclopia adalah kelainan kongenital yang terjadi ketika dua hemisfer otak gagal berkembang menjadi dua bagian terpisah.
Akibatnya, struktur wajah yang seharusnya terbentuk menjadi dua sisi justru menyatu di tengah.
Kondisi ini menghasilkan satu rongga mata, hidung tidak terbentuk normal, atau bahkan hidung muncul seperti tonjolan di atas mata (proboceus).
Cyclopia dapat terjadi pada semua mamalia: kucing, sapi, kambing, anjing, bahkan manusia.
Penyebab Terjadinya Cyclopia
Secara medis, cyclopia biasanya dipicu oleh gangguan pada tahap awal pembentukan embrio. Beberapa faktor yang berperan antara lain:
1. Gangguan genetik
Mutasi pada gen yang mengatur perkembangan otak dan wajah dapat menyebabkan holoprosencephaly, kondisi yang mengarah ke cyclopia.
2. Paparan toksin selama kehamilan
Beberapa tanaman atau zat beracun dapat mengganggu pembelahan sel, seperti cyclopamine yang terkenal memicu kasus pada hewan ternak.
3. Infeksi atau kelainan kromosom
Infeksi tertentu maupun kelainan kromosom juga dapat memengaruhi pembentukan otak.
4. Gangguan nutrisi embrio
Ketidakseimbangan nutrisi saat awal kehamilan bisa menyebabkan perkembangan sel yang tidak sempurna.
Ciri-Ciri Hewan dengan Cyclopia
Hewan yang lahir dengan cyclopia umumnya memiliki ciri fisik:
- Satu mata besar di tengah dahi atau dua bola mata melebur dalam satu orbit
- Tidak memiliki hidung normal atau hanya muncul tonjolan kecil
- Rahang atas dan bawah tidak berkembang sempurna
- Kepala tampak lebih kecil dan menyempit
Pada banyak kasus, anak hewan dengan cyclopia hanya bertahan beberapa menit hingga beberapa jam setelah lahir karena organ internalnya juga mengalami kelainan.
Seberapa Langka Cyclopia?
Cyclopia termasuk kasus yang sangat jarang, bahkan sering hanya tercatat satu kali dalam beberapa puluh ribu kelahiran hewan.
Pada manusia, angkanya lebih kecil lagi karena sebagian besar embrio dengan kelainan berat ini tidak bertahan sampai lahir.
Contoh Kasus Cyclopia pada Hewan
Beberapa laporan di media menyebutkan kasus cyclopia terjadi pada:
- Anak sapi
- Kucing
- Kambing
- Domba
- Anjing
Semuanya menunjukkan pola kelainan yang sama yakni orbit mata menyatu dan hidung tidak terbentuk.
Apakah Cyclopia Bisa Dicegah?
Cyclopia tidak selalu bisa dicegah, namun risiko dapat ditekan dengan:
- Menjaga kualitas nutrisi induk hewan
- Menghindari paparan tanaman atau zat beracun
- Menjaga kesehatan induk selama kehamilan
- Melakukan pemantauan medis jika tersedia
Cyclopia adalah kelainan bawaan yang mengingatkan kita bahwa perkembangan embrio adalah proses rumit dan sensitif.
Walau sering dikaitkan dengan mitologi, kondisi ini sepenuhnya fenomena biologis yang memiliki dasar medis jelas.
Editor : Agung Sedana