RADARBANYUWANGI.ID – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Selasa (25/11) menjadi momentum untuk meningkatkan soliditas antar tenaga pendidik di seluruh jenjang pendidikan, termasuk PAUD, SD, hingga SMP.
Peningkatan soliditas tersebut akan berpengaruh positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Banyuwangi.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Alfian.
“Dalam momentum Hari Guru ini kami ingin memperkuat soliditas antar guru di setiap jenjang, baik jenjang PAUD, SD maupun SMP di seluruh sekolah di Banyuwangi,” ujarnya.
Sebagai langkah awal penguatan kebersamaan tersebut, Dispendik menyiapkan sejumlah kegiatan rekreatif.
Salah satunya adalah lomba yang bersifat menghibur dan membangun kekompakan yang akan digelar pada 6 Desember di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron.
Selain membangun kedekatan emosional, Dispendik juga terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Salah satu program yang tengah dijalankan yaitu pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI) sebagai media pembelajaran.
Alfian mengatakan, dengan adanya program penguatan kopentensi diharapkan mampu membantu guru beradaptasi dengan kebutuhan era digital.
“Akan tetap ada penguatan kompetensi, salah satunya pelatihan AI untuk mendukung proses belajar-mengajar,” ujarnya.
Alfian menegaskan bahwa profesi guru berbeda dengan yang lain karena berkaitan langsung dengan pembangunan sumber daya manusia jangka panjang. Ia berharap para guru menyadari peran strategis tersebut.
“Profesi guru itu berbeda dengan profesi lain, karena berkaitan langsung dengan investasi SDM jangka panjang untuk masa depan,” tegasnya.
Di tengah derasnya arus globalisasi, ia menilai tantangan pendidikan semakin kompleks. Dampaknya langsung terasa pada perilaku dan karakter peserta didik masa kini.
Karena itu, guru dituntut untuk adaptif, bukan sekadar mengikuti perkembangan tanpa arah.
“Anak-anak sekarang sangat terdampak dengan era globalisasi. Maka guru harus adaptif, artinya mampu memahami isu dan perubahan secara bijaksana, bukan hanya ikut arus tetapi mampu mengambil keputusan yang tepat,” jelasnya.
Alfian menutup pesannya dengan harapan agar guru selalu hadir dengan ketulusan. “Guru harus lebih sabar, mencintai para murid, serta hadir dengan cinta ketika berada di sekolah,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin