Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dispendik Banyuwangi Perluas Ruang Kreativitas Pelajar Lewat Program dan Lomba Berbasis Aspirasi Siswa

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 24 November 2025 | 12:45 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba MTQ Putri Festival Anak Sholeh 2025.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba MTQ Putri Festival Anak Sholeh 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi terus mendorong tumbuhnya ruang kreativitas bagi para pelajar di Bumi Blambangan.

Beragam gagasan, kegiatan, hingga lomba digelar untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi siswa dalam mengembangkan minat dan bakat mereka.

Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno melalui Sekretaris Dispendik Alfian mengatakan bahwa penguatan ruang kreativitas pelajar berawal dari masukan yang muncul dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perempuan dan Anak.

Ia mengatakan, dalam forum tersebut para pelajar dilibatkan secara langsung untuk menyampaikan kebutuhan serta aspirasi mereka terkait pengembangan diri.

Menurut Alfian, usulan yang disampaikan para pelajar tersebut kemudian dicermati oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Pelajar di forum ini ikut terlibat dalam program perencanaan. SKPD terkait mencermati masukan dari mereka,” katanya.

Salah satu masukan yang menonjol adalah perlunya ruang kreativitas yang lebih luas di berbagai bidang.

“Khusus Dispendik, ada masukan agar para pelajar diberi ruang kreativits di berbagai bidang. Mulai dari seni, olahraga, keagamaan, sampai bidang pengembangan akademik,” jelasnya.

Dari situlah sejumlah program dan event lahir, termasuk penyelenggaraan Festival Anak Sholeh yang kini menjadi agenda rutin.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dispendik Banyuwangi Didik Eko Wahyudi menegaskan bahwa dukungan terhadap kreativitas siswa dilakukan secara menyeluruh dan mencakup aspek.

“Untuk memberi ruang kreativitas bagi para siswa, banyak kegiatan yang kita siapkan mulai dari akademik, nonakademik, serta layanan inklusi,” ujarnya.

Didik menambahkan bahwa kemampuan setiap anak juga digali secara optimal melalui peran guru di sekolah.

“Kemampuan anak-anak digali dan diasah di sekolah melalui guru inklusi, dan selalu ada motivasi melalui lomba yang kita gelar,” katanya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#dinas pendidikan #Festival Anak Shaleh Indonesia #banyuwangi