Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dispendik Banyuwangi Ajak Siswa Turut Hormati Pahlawan Budaya

Sigit Hariyadi • Rabu, 19 November 2025 | 11:45 WIB
BERSATU: Para siswa mengenakan pakaian adat nusantara untuk menghormati jasa para pahlawan sekaligus simbol keragaman budaya Indonesia.
BERSATU: Para siswa mengenakan pakaian adat nusantara untuk menghormati jasa para pahlawan sekaligus simbol keragaman budaya Indonesia.

RADARBANYUWANGI.ID – Peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 menjadi momentum bagi para pelajar di Banyuwangi untuk menghayati, meneladani, serta menerapkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.

Dunia pendidikan modern di kabupaten the Sunrise of Java berjalan seiring dengan penguatan karakter kebangsaan.

Berbagai kegiatan dilakukan para pelajar untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan. Pada hari “H” peringatan Hari Pahlawan 10 November lalu, misalnya, seluruh sekolah di Bumi Blambangan menggelar upacara bendera.

Bukan itu saja, para siswa sejumlah sekolah di Banyuwangi mengenakan pakaian adat nusantara.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan hanya mengenang jasa para pejuang nasional, namun juga menghormati para leluhur Banyuwangi yang turut menjadi pahlawan budaya.

“Pada Hari Pahlawan ini kita juga menghormati nenek moyang warga Banyuwangi. Mereka juga merupakan pahlawan budaya,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dispendik Banyuwangi Sutikno menambahkan bahwa karakter anak-anak di era global tidak boleh terlepas dari nilai perjuangan pahlawan masa lalu.

Pendidikan modern, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter kebangsaan.

“Pendidikan memberikan dasar ilmu dan pengetahuan sesuai era sekarang namun tanpa meninggalkan semangat perjuangan,” ujarnya.

Sutikno menjelaskan, perkembangan global menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi, namun tetap harus berpijak pada semangat nasionalisme.

Ia menyebut saat ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mengedepankan pembangunan karakter melalui enam program prioritas.

“Salah satu upaya menumbuhkan karakter kebangsaan ada di 7 kebiasaan anak Indonesia hebat (KAIH). Di antaranya melalui pendidikan keagamaan hingga pola pembelajaran yang mengarah pada pembentukan karakter anak,” katanya.

Ia meyakini, dengan penguatan karakter sejak dini, Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang kuat pada 2045 mendatang.

“Jangan sampai semangat kebangsaan kita hilang. Harapan kami, semangat itu tumbuh pada generasi masa depan untuk mewarisi perjuangan para pahlawan di masa lalu,” ujarnya.

Sementara itu, SMPN 1 Giri menjadi salah satu sekolah yang siswanya mengenakan pakaian adat dalam peringatan Hari Pahlawan.

Waka Humas SMPN 1 Giri Dedi Susanto mengatakan bahwa siswa dan guru diberi kesempatan memakai pakaian adat sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia.

“Untuk memperingati Hari Pahlawan, siswa dan guru boleh memakai baju adat nusantara,” ujarnya.

Dedi menjelaskan, upacara peringatan yang berlangsung pada Senin tersebut diisi dengan materi kepahlawanan.

Pembina upacara menyampaikan bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan dari penjajah.

“Kita sebagai pelajar dan generasi penerus bangsa harus bisa menjaga NKRI dengan tidak saling mem-bully, belajar dengan tekun, serta saling menghormati,” katanya. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#dinas pendidikan #banyuwangi #Hari Pahlawan