RADARBANYUWANGI.ID - Semangat berwirausaha mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Tiga tim mahasiswa berhasil lolos ke KMI Expo (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) 2025, ajang bergengsi yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Dalam KMI Expo tahun ini, Untag Banyuwangi mengirimkan tiga karya unggulan. Salah satu kebanggaan datang dari tim Hacce.id, brand wewangian ecoartisan karya mahasiswa Untag yang menggabungkan keindahan aroma dan nilai budaya local Banyuwangi.
Produk reed diffuser mereka menggunakan aroma kopi Kemiren dan limbah kayu mebel daur ulang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ekonomi sirkular.
Keunikan ini membuat Hacce.id dilirik oleh diaspora Banyuwangi di Amerika Serikat. Seorang warga negara asing bahkan tertarik mengenalkan produk ini di pasar luar negeri.
“Kami belajar bahwa wirausaha bukan hanya soal keuntungan, tapi tentang menghadirkan nilai. Kami ingin setiap aroma yang dihirup orang membawa kisah tentang Banyuwangi,” ungkap Helmi Eka, salah satu pendiri Hacce.id.
Produk ini bahkan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang membeli produk mereka saat bertemu para mahasiswa Untag.
Greensa: Inovasi Pertanian Presisi Ramah Lingkungan
Dari sektor pertanian modern, tim Greensa Farm menghadirkan sistem akuaponik berbasis IoT yang memadukan budidaya ikan dan sayuran dalam satu sistem terpadu.
Teknologi ini memungkinkan pemantauan kualitas air, suhu, dan nutrisi secara realtime, mendukung konsep zero waste dan pertanian berkelanjutan.
“Pertanian masa kini harus presisi, efisien, dan berkelanjutan. Itu yang kami wujudkan lewat Greensa,” ujar Guntur Riyan KP, ketua tim Greensa.
Choco Deles: Cokelat Berbudaya dari Tangan Mahasiswa Untag
Tak kalah menarik, tim Choco Deles sukses menembus ajang nasional KMI Expo 2025 melalui produk cokelat premium berbasis budaya Banyuwangi.
Produk ini merupakan hasil inovasi mahasiswa lintas prodi—Manajemen, Administrasi Publik, dan Agroteknologi—yang terinspirasi dari kakao khas Glenmore.
Cokelat ini bukan sekadar oleholeh, tapi simbol rasa dan cerita Banyuwangi. Lewat barcode interaktif di kemasannya, konsumen bisa mempelajari kisah budaya di balik setiap varian rasa.
“Kami ingin setiap gigitan cokelat tidak hanya manis di lidah, tapi juga memperkaya wawasan tentang budaya Banyuwangi,” kata Farin Mifta Rahmayanti, Ketua tim.
Roditha Gusma Darmanu Bawa Budaya Jatim ke Pentas Nasional
Sementara itu, Roditha Gusma Darmanu, mahasiswa Manajemen sekaligus 2nd Runner Up Duta Kampus Untag 2023, kini me langkah mewakili Jawa Timur dalam ajang Putra Putri Kebudayaan Nusantara 2025.
“Saya ingin menjadi representasi anak muda yang mencintai budaya melalui tindakan nyata. Tidak hanya meraih gelar, tetapi menciptakan gerakan agar budaya terus hidup dan berkembang,” ujar Roditha. (aif)
Editor : Ali Sodiqin