RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memantapkan komitmennya membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh anak di berbagai pelosok daerah.
Sejumlah program strategis digulirkan untuk menyasar anak-anak yang rentan putus sekolah maupun pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menegaskan bahwa pihaknya berupaya memastikan tidak ada satu pun anak usia sekolah yang terpaksa berhenti belajar.
Berbagai skema bantuan disiapkan, mulai dari tabungan pendidikan hingga beasiswa dari jenjang PAUD sampai pendidikan tinggi.
“Anak Banyuwangi yang rentan putus sekolah dijamin bisa tetap melanjutkan pendidikan melalui sejumlah program. Salah satunya Garda Ampuh, berupa tabungan pelajar untuk membantu biaya operasional mereka,” ujarnya.
Selain Garda Ampuh, Dispendik juga mengoptimalkan Program Indonesia Pintar (PIP), dengan mekanisme pengusulan melalui kepala sekolah.
Bantuan dari pusat tersebut kemudian disalurkan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.
“Di luar itu, kami memiliki program SAS seperti Siswa Asuh Sebaya maupun Sekolah Asuh Sekolah. Ada pula bantuan uang transportasi dan uang saku yang besarannya berbeda di tiap jenjang pendidikan,” tambah Suratno.
Tak berhenti pada jenjang sekolah, Pemkab Banyuwangi juga memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa.
Melalui program Banyuwangi Cerdas, mahasiswa yang lolos seleksi dapat memperoleh beasiswa bidik misi daerah berupa biaya kuliah selama empat tahun di perguruan tinggi tertentu.
Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dispendik, Lina Kamalin, menjelaskan bahwa sederet program bantuan tersebut merupakan upaya serius memastikan seluruh anak Banyuwangi dapat menuntaskan pendidikan dasar 13 tahun, bahkan hingga ke bangku kuliah.
“Ada Bansos Dispendik seperti Garda Ampuh, uang saku, transportasi, Program Banyuwangi Cerdas, hingga beasiswa bidik misi dan bantuan insidental. Semua kami lakukan agar tidak ada anak Banyuwangi yang putus sekolah,” tegasnya.
Lina pun mengimbau agar seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai kebutuhan pendidikan.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar digunakan untuk biaya pendidikan, bukan untuk keperluan lain,” pesannya. (*)
Editor : Ali Sodiqin