Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Riset Inovatif Semiotika Warna Gen Z Bawa SMAN 1 Glagah Banyuwangi Berjaya di OPSI Nasional 2025

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 16 November 2025 | 17:43 WIB
Dua siswa SMAN 1 Glagah Banyuwangi Humairoh Alkayla Zahrani (kanan) dan Aulia Khairunnisa menunjukkan medali perak pada ajang OPSI Nasional 2025, Sabtu (15/11/2025).
Dua siswa SMAN 1 Glagah Banyuwangi Humairoh Alkayla Zahrani (kanan) dan Aulia Khairunnisa menunjukkan medali perak pada ajang OPSI Nasional 2025, Sabtu (15/11/2025).

RADARBANYUWANGI.ID - Dua siswi SMAN 1 Glagah Banyuwangi, Humairoh Alkayla Zahrani dan Aulia Khairunnisa, berhasil meraih medali perak pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2025. 

Prestasi ini diraih melalui penelitian inovatif mereka mengenai semiotika warna dalam gerakan digital Generasi Z, khususnya pada penggunaan tagar sebagai medium komunikasi sosial-politik.

Tidak hanya membawa pulang medali, keduanya juga memperoleh beasiswa dari Universitas Surabaya (Ubaya) berupa pembebasan biaya 100 persen ISP dan 75 persen UPP sebagai bentuk apresiasi atas kualitas penelitian yang diajukan.

Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, S.Pd., M.T, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. 

Ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi catatan sejarah baru bagi sekolah, karena merupakan pencapaian pertama di ajang OPSI tingkat nasional bagi sekolah-sekolah di Banyuwangi.

“Kami sangat bangga. Ini capaian luar biasa dan menjadi tonggak sejarah bagi SMAN 1 Glagah. Semoga prestasi ini memotivasi siswa lain untuk terus berinovasi di bidang penelitian,” ujar Abdullah.

Apresiasi juga disampaikan kepada Devia Dwi Riki Wardani, selaku pembimbing OPSI yang mendampingi kedua siswa sejak tahap awal. 

Devia berharap pengalaman mengikuti OPSI Nasional dapat memperluas wawasan ilmiah sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis peserta didik.

Dalam penelitiannya, Humairoh memaparkan bahwa tagar #PeringatanDarurat menjadi ruang bagi Generasi Z untuk menyampaikan kritik sosial-politis melalui simbol warna. 

Warna merah dipahami sebagai tanda urgensi, hitam melambangkan duka dan resistensi, sementara biru menggambarkan keseimbangan dan kesadaran rasional. 

Di balik estetika visual tersebut terdapat hidden transcript, yaitu narasi politis tersirat yang memungkinkan generasi muda mengekspresikan gagasan dan perlawanan secara aman dan kreatif di ruang digital.

“Awalnya kami hanya ingin belajar dan mencoba. Ketika diumumkan lolos, rasanya seperti mimpi. Kami ingin membuktikan bahwa siswa daerah juga bisa berprestasi di tingkat nasional,” kata Humairoh.

Aulia menambahkan bahwa dukungan sekolah dan guru pembimbing menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka.

“Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, guru pembimbing, dan teman-teman yang selalu mendukung. Semoga hasil ini menjadi kebanggaan bagi sekolah,” ujarnya.

Prestasi ini menambah daftar pencapaian akademik SMAN 1 Glagah Banyuwangi yang dikenal aktif dalam penelitian ilmiah dan olimpiade sains. 

Kepala sekolah menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan pentingnya riset yang kuat, semangat belajar, serta dukungan lingkungan sekolah dalam mengantarkan siswa menuju ajang nasional.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa semangat, riset yang kuat, dan dukungan lingkungan sekolah mampu membawa siswa daerah menembus panggung nasional. Selamat untuk Humairoh dan Aulia,” pungkas Abdullah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#sman 1 glagah #ubaya #generasi z #banyuwangi #OPSI Nasional 2025