RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 382 wisudawan Universitas Bakti Indonesia (UBI) dan Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) resmi mengikuti prosesi wisuda, Sabtu (15/11).
Berlangsung di Aston Hotel Banyuwangi, ratusan keluarga memadati ruang acara untuk menyaksikan momen sakral para lulusan.
Rektor UBI, Dr. Haya, S.H., M.Pd.I, menegaskan bahwa wisuda bukan akhir perjalanan akademik, tetapi pintu masuk menuju dunia profesional yang menuntut adaptasi cepat.
“Kami berharap para wisudawan mampu menjadi generasi adaptif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah,” ujar Haya.
Wisuda kali ini diikuti lulusan dari berbagai fakultas, mulai Kesehatan Masyarakat, Teknik, Bahasa dan Sastra, Ekonomi, Ilmu Keolahragaan, Hukum, MIPA, PAI, hingga Pascasarjana UBI dan STIB.
Dihadiri Tokoh Penting dan Pejabat Daerah
Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain:
-
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A.
-
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jatim Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M.
-
Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi Dwi Yanto
-
Ketua Yayasan Puspa Dunia Dra. Hj. Isnainiwati, M.Pd.
-
Perwakilan Forkopimda dan Kepala Kemenag Banyuwangi
Pembina Yayasan Puspa Dunia, Dr. H. Teguh Sumarno, M.M, memberi pesan agar para wisudawan terus meningkatkan kompetensi dan karakter.
“Dunia kerja berubah sangat cepat. Setiap lulusan harus adaptif dan mau belajar,” tegasnya.
Teguh juga menyampaikan bahwa Yayasan Puspa Dunia kini mengelola tiga perguruan tinggi: UBI Banyuwangi, STIB Banyuwangi, dan STKIP Al Amin Dompu (NTB).
Menurutnya, perluasan kampus adalah bukti komitmen yayasan menghadirkan pendidikan berkualitas dan berdaya saing nasional.
Pesan Antiperundungan dan Pentingnya Bahasa Asing
Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Dyah Sawitri, juga menyoroti pentingnya kampus menciptakan lingkungan bebas perundungan.
“Lingkungan pendidikan harus penuh toleransi dan menghargai keberagaman. Itu fondasi untuk melahirkan generasi unggul dan berempati,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Sahiron melalui sambutan virtual menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bagi wisudawan yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3 atau mengikuti program magang di instansi pemerintah.
“Bahasa adalah modal strategis untuk menapaki keberhasilan berkelanjutan,” tegasnya.
Banyuwangi Makin Maju
Asisten Administrasi Umum Setda Banyuwangi Dwi Yanto turut memaparkan capaian pembangunan daerah.
Ia menyebut IPM Banyuwangi naik menjadi 74,30 (2024) dan angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen (2025) berkat kolaborasi program pemerintah, mulai pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Daftar Peraih IPK Terbaik UBI dan STIB
Universitas Bakti Indonesia (UBI):
-
Pascasarjana – Mochamad Saifudin (IPK 3,89)
-
Hukum – Vingky Dwi Putra (IPK 3,70)
-
MIPA – Fadia Nur Amelia (IPK 3,75)
-
Bahasa & Sastra – Nafisatin Nida (IPK 3,90)
-
Ilmu Kesehatan – Rovika Dwi Styaningrum (IPK 3,83)
-
FKIP – Vonni Miftahul Hasanah (IPK 3,94)
-
Teknik – Reza Abizar Rafsanjani (IPK 3,72)
-
Ilmu Keolahragaan – Rosman (IPK 3,72)
-
Ekonomi – Putri Anggita Mega Prameydia (IPK 3,82)
STIB Banyuwangi:
10. PAI – Audillah Ahmad (IPK 3,68)
11. Ekonomi Syariah – Tri Okta Krisdiana (IPK 3,68)