RADARBANYUWANGI.ID - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh SMAN 1 Glagah Banyuwangi. Dua siswi berprestasi, Humairoh Alkayla Zahrani (kelas XII-10) dan Aulia Khairunnisa (kelas XII-1), berhasil melaju ke babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek.
Ajang OPSI Nasional merupakan kompetisi riset bergengsi yang mempertemukan pelajar SMA/MA terbaik dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi siswa untuk menyalurkan minat di bidang penelitian ilmiah, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan jiwa inovatif di kalangan generasi muda.
Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, S.Pd., M.T., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian dua siswinya tersebut.
“Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh keluarga besar SMAN 1 Glagah. Humairoh dan Aulia telah membuktikan bahwa pelajar Banyuwangi mampu bersaing secara nasional. Kami berharap mereka terus bersemangat dan membawa hasil terbaik untuk sekolah,” tutur Abdullah, Rabu, 23 Oktober 2025.
Abdullah menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan riset dan inovasi siswa.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk berani berkarya dan berprestasi di bidang penelitian ilmiah.
Sosok penting di balik prestasi ini adalah Devia Dwi Riki Wardani, guru pembimbing OPSI yang mendampingi kedua siswi sejak tahap awal penelitian.
“Sejak awal mereka menunjukkan keseriusan yang luar biasa. Proses penelitian cukup panjang, penuh revisi dan uji coba, namun mereka tetap sabar dan teliti. Saya sangat bangga dengan semangat belajar mereka,” ungkap Devia.
Devia berharap pengalaman mengikuti OPSI Nasional tidak hanya menambah wawasan ilmiah, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis kedua siswinya.
Dalam penelitiannya, Humairoh dan Aulia mengangkat tema menarik berjudul:
“Narasi Mengobar Aksi: Kajian Semiotika Warna dalam #PeringatanDarurat sebagai Hidden Transcript Politik Generasi Z di Ruang Digital.”
Menurut Humairoh, tagar #PeringatanDarurat digunakan oleh generasi Z untuk menyampaikan kritik sosial-politik melalui simbol warna di media digital.
Merah merepresentasikan urgensi, hitam melambangkan duka dan resistensi, biru mencerminkan keseimbangan dan kesadaran rasional.
Di balik estetika visual tagar tersebut tersembunyi hidden transcript, yaitu narasi politik tersirat yang memungkinkan generasi muda mengekspresikan perlawanan secara kreatif dan aman.
“Awalnya kami hanya ingin belajar dan mencoba. Saat diumumkan lolos ke tahap nasional, rasanya seperti mimpi. Kami ingin membuktikan bahwa siswa daerah juga bisa berprestasi di tingkat nasional,” ujar Humairoh.
Sementara itu, Aulia Khairunnisa menambahkan bahwa dukungan sekolah dan guru menjadi kunci utama kesuksesan mereka.
“Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, guru pembimbing, serta teman-teman yang selalu mendukung. Semoga kami dapat memberikan hasil terbaik untuk sekolah,” ucap Aulia.
Keberhasilan dua siswi ini semakin memperkuat reputasi SMAN 1 Glagah Banyuwangi sebagai sekolah yang aktif dalam kegiatan penelitian dan olimpiade sains.
“Kami ingin terus mencetak generasi peneliti muda yang inovatif, kreatif, dan berkarakter. Prestasi Humairoh dan Aulia menjadi bukti nyata bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil,” pungkas Abdullah.
Editor : Lugas Rumpakaadi