Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hari Kedua Tes Kompetensi Akademik di Banyuwangi, Siswa Kerjakan Mapel Pilihan Sesuai Minat

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 5 November 2025 | 13:00 WIB
UJIAN DIMULAI: Para siswa kelas 12 SMKN 1 Glagah sedang mengerjakan soal TKA, Selasa (4/11).
UJIAN DIMULAI: Para siswa kelas 12 SMKN 1 Glagah sedang mengerjakan soal TKA, Selasa (4/11).

RADARBANYUWANGI.ID - Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA di Banyuwangi memasuki hari kedua untuk gelombang pertama, kemarin (4/11). Pelaksanaan TKA  dimulai serentak pada Senin (3/11).

Pada hari kedua pelaksanaan, para siswa mengerjakan mata pelajaran (mapel) pilihan setelah sehari sebelumnya mengerjakan tiga mapel wajib yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

TKA sendiri bersifat tidak wajib. Ujian ini disiapkan sebagai referensi pembanding nilai bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Karena ujian TKA bersifat bukan kewajiban, terutama bagi siswa SMK yang orientasinya lebih banyak langsung bekerja setelah lulus, pelaksanaannya relatif fleksibel dan disesuaikan minat siswa.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Kabupaten Banyuwangi Setyo Agung Wahyudi menjelaskan, berdasarkan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025, nilai TKA memiliki fungsi sebagai salah satu bahan pertimbangan seleksi masuk kampus bagi lulusan setingkat SMA.

“Hasil TKA dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk para siswa setingkat SMA yang akan berkuliah,” terangnya.

Kendati begitu, Setyo menegaskan TKA tidak mempengaruhi kelulusan akademik bagi siswa formal mulai dari SD, SMP hingga SMA. Penentuan kelulusan lewat TKA hanya berlaku bagi siswa jalur informal atau home schooling.

“Hasil TKA tidak menentukan hasil kelulusan bagi siswa yang bersekolah formal, tetapi menjadi penentu kelulusan hanya bagi siswa jalur informal atau sekolah rumah,” jelasnya.

Salah satu sekolah penyelenggara TKA di Banyuwangi adalah SMKN 1 Glagah. Sekolah ini menyiapkan 12 ruang kelas yang dioperasikan untuk pelaksanaan ujian.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Glagah Misbahus Surur mengatakan, sejak awal pihak sekolah mempersilakan siswa memilih ikut atau tidak ikut TKA dengan persetujuan orang tua.

“TKA sifatnya tidak wajib, jadi sebulan sebelum pelaksanaan kami memberi pilihan kepada para siswa dengan persetujuan orang tua. Di SMKN 1 Glagah, 558 dari 773 siswa kelas 12 memilih tidak mengikuti ujian TKA karena kebanyakan orientasinya Anka SMK langsung kerja setelah lulus, beda dengan SMA yang memang sebagian besar melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujar Misbahus.

Ia menambahkan, pada mapel pilihan, siswa bebas menentukan sendiri sesuai minat dan jurusan kuliah yang dituju. Karakter ini membuat pilihan mapel dapat berbeda antar siswa, sekalipun berada dalam jurusan yang sama.

“Untuk mapel pilihan sifatnya para siswa bisa memilih sesuai keinginan sesuai tujuan mereka sesuai kebutuhan ketika ingin melanjutkan ke jenjang kampus, jadi setiap siswa bisa berbeda Soal yang diujiakn,”ungkapnya.

Salah satu peserta TKA dari SMKN 1 Glagah, Hilmi, jurusan teknik mesin, mengataka alasan mengikuti ujian TKA karena ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Saya ikut ujian TKA karena ingin kuliah. Untuk mapel pilihan, saya memilih Fisika dan TKK untuk menunjang rencana saya mendaftar ke kampus yang saya inginkan,” terangnya.

Hilmi menilai soal-soal pada TKA cukup beragam tingkat kesulitannya dengan model pilhan ganda di setiap soal pertanyaannya.

“Soal TKA ini susah-susah gampang karena semuanya pilihan ganda. Jumlah soal dan waktu pengerjaan juga disesuaikan dengan jumlah soalnya,” ujarnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#tka #Tes Kemampuan Akademik #banyuwangi