Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

105 Guru di Banyuwangi Siap Awasi TKA 2025! Dindik Jatim Pastikan Tak Ada Pengawas ‘Gaptek’

Ali Sodiqin • Sabtu, 1 November 2025 | 14:00 WIB
105 pengawas tingkat SMA serta Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) se-Banyuwangi mendapat pembekalan, Jumat (31/10).
105 pengawas tingkat SMA serta Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) se-Banyuwangi mendapat pembekalan, Jumat (31/10).

RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, sebanyak 105 pengawas tingkat SMA serta Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) di Banyuwangi mendapat bimbingan teknis (bimtek), Jumat (31/10).

Bimtek dalam rangka pembekalan pengawasan ujian itu digelar di SMAN 2 Taruna Bhayangkara.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Banyuwangi Slamet Riyadi menjelaskan, para pengawas perlu mendapat pembekalan berkenaan pengawasan ujian yang bertujuan menjawab tantangan penilaian antar sekolah yang beragam.

“Ini kan baru, TKA ini untuk mengukur capaian akademik siswa pada beberapa mata pelajaran tertentu secara objektif,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, TKA nantinya juga ditujukan untuk menjadi salah satu bahan pertimbangan seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan seleksi lainnya.

“Hasil TKA tidak digunakan sebagai standar kelulusan melainkan sebagai indikator seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya serta penyetaraan antar jalur pendidikan,” tuturnya.

Pria yang karib disapa Nande tersebut menambahkan, karena model ujian tersebut baru akan dimulai tahun ini, maka 105 pengawas yang sudah dipilih perlu mengetahui apa saja tugas dan batasan saat melakukan pengawasan.

"Harus ada sosialisasi karena ini modelnya daring (online), secara teknis mereka harus dapat pembekalan tugas dan fungsinya,” ucapnya.

Selain menyiapkan para pengawas dengan pembekalan yang masif, Nande ingin memastikan para pengawas merupakan guru-guru yang tidak gagap teknologi (gaptek).

“Informasinya nanti akan ada monitoring dari pusat, apakah pengawasannya jalan atau tidak, makanya dipilih yang tidak gaptek betul agar bisa mengakomodasi,” tandasnya.

Pembekalan tersebut, terang dia, sekaligus juga untuk mengenalkan seperti apa sekolah taruna di bawah Dindik Jatim yakni Smadatara kepada banyak pihak.

“Karena ini pesertanya dari banyak sekolah, sekalian untuk mengenalkan seperti ada sekolah taruna (Smadatara). Ini kan tidak banyak yang tahu karena aksesnya masuk ke sini juga tidak sembarang orang bisa,” tandasnya.

Kepala Smadatara H Mujib merasa terhormat sekolahnya dipilih untuk menjadi lokasi pembekalan 105 pengawas tingkat SMA serta Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) di Banyuwangi dalam pengawas TKA 2025 tersebut.

“Pada dasarnya kami membuka pintu lebar-lebar untuk segala kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan di Banyuwangi,” pungkasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#tka #Tes Kemampuan Akademik #bimtek #guru #banyuwangi #pengawas