Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dukung Pengembangan Talenta Muda, Dispendik Peluas Ruang Kreativitas Pelajar

Sigit Hariyadi • Jumat, 31 Oktober 2025 | 00:46 WIB
EKSPRESI BUDAYA: Para pelajar Banyuwangi mengenakan busana tradisional nusantara saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi pada Selasa (28/10).
EKSPRESI BUDAYA: Para pelajar Banyuwangi mengenakan busana tradisional nusantara saat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi pada Selasa (28/10).

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi berkomitmen untuk terus membuka ruang kreativitas dan partisipasi yang lebih luas bagi pemuda daerah. Termasuk kalangan pelajar. Berbagai layanan pun diberikan. Tidak hanya untuk pengembangan bidang akademik, tetapi juga non akademik.

Hal itu dilontarkan Bupati Ipuk Fiestiandani saat memimpin peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi pada Selasa (28/10). Ia menuturkan, pemkab terus mendorong tumbuhnya ekosistem yang mendukung pengembangan talenda pemuda. Baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun pemberdayaan di desa-desa.

“Ini adalah bagian upaya untuk meneguhkan kembali semangat cinta tanah air anak-anak muda. Kita tahu saat ini banyak anak-anak muda kita yang lebih menyukai budaya luar. Maka dengan negara hadir memberikan ruang kreasi, harapannya mereka akan kembali mencintai budaya daerahnya sendiri," kata Ipuk.

Banyuwangi, imbuh Ipuk, sudah banyak menggelar program yang mewadahi kreativitas pemuda. Seperti festival musik pelajar yang memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka di bidang musik, festival sastra yang meningkatkan kemampuan literasi siswa, hingga festival Gandrung Sewu yang melibatkan ribuan penari muda dalam setiap pagelarannya.

Tak hanya itu, Banyuwangi juga rutin menggelar program inkubasi bisnis “Jagoan Banyuwangi” yang mendorong lahirnya wirausahawan muda di bidang pertanian (Jagoan Tani), digital (Jagoan digital), dan bisnis lainnya (Jagoan Bisnis).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP Didik Eko Wahyudi mengatakan, pihaknya terus berupaya memperluas wadah kreativitas bagi siswa agar potensi mereka bisa berkembang lebih luas. “Dispendik terus memperluas ruang kreativitas bagi para siswa, baik yang berfokus pada bidang akademik maupun non akademik,” ujarnya.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan ialah melalui layanan pendidikan inklusif yang telah berjalan di berbagai sekolah. Melalui layanan ini, kemampuan setiap anak termasuk anak berkebutuhan khusus digali dan diasah oleh guru pendamping inklusi. “Anak-anak diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka. Ada motivasi yang terus kami berikan melalui berbagai lomba dan kegiatan kreatif,” jelasnya.

Didik menegaskan, ruang kreativitas menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan saat ini. “Disediakannya ruang kreativitas sangat penting bagi para siswa. Karena itu, kami dukung melalui berbagai festival yang bisa menjadi wadah ekspresi mereka,” pungkasnya. (cw6)

Editor : Sigit Hariyadi
#Dispendik banyuwangi #sumpah pemuda #banyuwangi