RADARBANYUWANGI.ID - Bulan Oktober 2025 menjadi masa penuh prestasi bagi SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng, Banyuwangi. Dalam satu bulan terakhir, sekitar 60 taruna dan taruni sekolah semi militer ini sukses menorehkan capaian gemilang di berbagai ajang.
Tak hanya siswanya, sang kepala sekolah, H. Mujib, juga meraih penghargaan bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Smadatara Genteng, H. Mujib, mengatakan deretan prestasi tersebut menunjukkan komitmen seluruh warga sekolah untuk menjadikan Smadatara sebagai lembaga pendidikan unggulan di Bumi Blambangan.
“Selama Oktober ini, anak-anak terus berjuang membawa nama baik sekolah. Banyak prestasi tingkat provinsi, nasional, hingga internasional yang berhasil diraih,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Genteng, Rabu (29/10).
Di tingkat internasional, enam siswa Smadatara berhasil menyabet Silver Medal dalam ajang National Youth Invention and Innovation Award (NYIIA) 2025.
Capaian itu menjadi bukti kemampuan para siswa dalam bidang inovasi dan sains berskala global.
Tak hanya siswa, sang kepala sekolah pun turut mengharumkan nama sekolah. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menganugerahkan Lencana Jer Basuki Mawa Beya (Perak) kepada H. Mujib sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya membangun pendidikan karakter dan kepemimpinan di lingkungan sekolah.
Penghargaan itu diserahkan langsung saat upacara pembaretan taruna-taruni Smadatara di Komando Armada II (Koarmada II) TNI AL Surabaya, Rabu (16/10).
Prestasi Smadatara tak berhenti di situ. Dua program unggulan sekolah, yakni Program Digital School dan School Food Care (SFC), juga berhasil meraih penghargaan dari Pemprov Jawa Timur pada acara di Dyandra Convention Center, Surabaya, Kamis (23/10).
“Kedua program ini dianggap langkah inovatif dalam transformasi pendidikan dan menunjukkan komitmen Smadatara terhadap inovasi berkelanjutan,” jelas Mujib.
Dengan rentetan prestasi tersebut, Mujib menyebut Smadatara semakin mantap menempatkan diri sebagai sekolah unggulan yang mampu mencetak generasi berkarakter dan berdaya saing tinggi.
“Lebih penting dari prestasi itu, siswa kami dibentuk memiliki karakter kuat dan disiplin, tanggung jawab, tepat waktu, dan mandiri. Itu modal utama untuk berprestasi,” tegasnya.
Mujib menambahkan, ia yakin masih banyak capaian lain dari siswanya yang belum sempat terdata oleh tim sekolah.
“Prestasi ini hanyalah sebagian. Kami terus mendorong taruna-taruni agar tidak cepat puas dan selalu mengukir prestasi baru,” pungkasnya.
Editor : Agung Sedana