RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi mengapresiasi kegiatan Liga Puisi yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).
Event ini dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, ini dinilai turut mendorong peningkatan literasi dan minat baca di kalangan pelajar.
Kepala Dispendik Suratno melalui Sekretaris Dispendik Alfian mengatakan, Liga Puisi memberikan dampak nyata terhadap kemampuan literasi siswa.
“Bukan hanya membaca, dari proses penciptaan puisi itu ada kompleksitas di dalamnya. Tidak mungkin seseorang bisa menciptakan puisi jika tidak banyak membaca dan mengamati. Maka dari situ, kontribusinya terhadap sastra dan menulis pasti berdampak pada peningkatan literasi,” ujarnya saat hadir langsung pada Kick Off Liga Puisi #4 pada Senin (27/10).
Alfian menambahkan, peningkatan literasi tidak bisa dibebankan hanya pada peran guru di sekolah, tetapi juga dengan kolaborasi perlu berbagai pihak.
“Kita harus sadar bahwa peningkatan literasi di Banyuwangi bukan kontribusi guru semata, tetapi juga hasil dari kolaborasi banyak pihak, termasuk melalui event seperti Liga Puisi ini,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan.
“Kami berharap JP-RaBa maupun pihak lain tetap konsisten menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Guru-guru yang sudah mengikuti bimbingan teknis cipta puisi juga harus mengimplementasikannya dalam pembelajaran dan menularkannya kepada guru lain,” tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutannya sebelum membuka Liga Puisi #4, Bupati Ipuk Fiestiandini Azwar Anas mengungkapkan bahwa tingkat literasi di Banyuwangi terus menunjukkan peningkatan berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) tahun 2024.
“Berdasarkan hasil asesmen yang dirilis dalam rapat pendidikan 2025 di Banyuwangi, kemampuan literasi jenjang SD dan MI mencapai 83,89 persen, SMP 85,09 persen, dan SMA 82,93 persen,” ungkapnya.
Ipuk menilai, capaian peningkatan literasi di Banyuwangi tersebut merupakan buah dari kerja sama seluruh elemen pendidikan di Banyuwangi.
“Apa yang bapak-ibu guru lakukan untuk anak-anak ternyata berdampak nyata dan membuahkan hasil. Mudah-mudahan di tahun 2025 dan seterusnya, literasi kita terus meningkat,” tuturnya.
Menurut Ipuk, pendidikan dan literasi merupakan fondasi penting untuk membangun masa depan bagi generasi muda untuk Banyuwangi dan Indonesia.
“Pendidikan adalah senjata kita untuk mengubah dunia. Guru, budayawan, dan seniman adalah motor penggerak pendidikan di Banyuwangi. Mari kita bergandengan tangan,” ajaknya.
Ia menilai kegiatan Liga Puisi menjadi contoh kolaborasi yang mampu menumbuhkan minat dan meningkatakan Indeks Literasi di Banyuwangi.
“Kegiatan ini menggambarkan bagaimana kita bisa berkolaborasi dan mengangkat anak-anak yang sebelumnya tidak tertarik, menjadi tertarik. Karena membaca dan pendidikan adalah hal fundamental yang membawa perubahan besar bagi Banyuwangi,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin