RADARBANYUWANGI.ID – Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi menggelar Program Pengabdian Masyarakat Nyubrick FIKKIA Universitas Airlangga 2025 pada Minggu (19/10).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat pesisir dalam mengembangkan ekowisata berbasis komunitas dan ekonomi kreatif di Pulau Santen.
Dosen FIKKIA Unair Jayanti Dian menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bentuk sinergi antara akademisi, pemerintah, dan komunitas lokal.
Menurutnya, perguruan tinggi tak hanya berfokus pada dunia akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan sosial.
“Melalui program ini kami berusaha untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Jayanti.
Program Nyubrick FIKKIA 2025 juga mengusung semangat Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 dan 17 yang menitikberatkan pada penguatan branding serta pemasaran digital wisata Pulau Santen dan produk khasnya.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi dengan Kodim 0825 Banyuwangi, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi Sea Turtle Foundation, PT Alam Indo Travel Adventure Organizer, dan Banyuwangi Osoji Club.
Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa FIKKIA Unair menggelar pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan buah mangrove menjadi kopi khas Pulau Santen.
Jayanti menjelaskan, ide tersebut berawal dari pertanyaan wisatawan yang sering terdengar: “Oleh-oleh khas Pulau Santen itu apa ya?” Pertanyaan itu kemudian memantik munculnya inovasi produk ramah lingkungan dengan nilai jual lokal.
FIKKIA Unair juga memfasilitasi Workshop Digital Marketing bersama dr Binthary Wuryaningsih dari Banyuwangi Osoji Club agar masyarakat memahami strategi pemasaran digital produk lokal.
Selain itu, pelatihan pembuatan konten promosi wisata digital juga digelar dengan menghadirkan Dennisa Fairuz Zahira dari Tim Alam Indonesia.
Peserta dibekali keterampilan fotografi dan videografi ponsel, pengeditan sederhana, hingga story telling digital, agar lebih percaya diri mempromosikan potensi Pulau Santen di media sosial.
Kemampuan warga semakin diperkuat melalui pelatihan komunikasi pelayanan wisata bersama Jebeng Thulik Banyuwangi 2024.
Pelatihan ini menumbuhkan sikap profesional dan kemampuan komunikasi lintas budaya bagi pelaku wisata setempat.
Puncak kegiatan digelar 19 Oktober 2025, ditandai dengan penyerahan tiga set fasilitas camping ground dan peralatan grill kepada Kader Nyubrick Pulau Santen oleh tim Nyubrick FIKKIA Unair disaksikan Kodim 0825 Banyuwangi.
Empat kader dibentuk, terdiri atas dua perempuan yang mengelola inventaris dan grill, serta dua laki-laki yang bertanggung jawab pada area camping dan keamanan.
“Melalui Nyubrick FIKKIA, Pulau Santen kini tak hanya dikenal karena pesonanya, tetapi juga karena warganya yang semakin berdaya menjaga dan mengelola potensi wisata pesisir secara berkelanjutan,” pungkas Jayanti. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin