RADARBANYUWANGI.ID - Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Banyuwangi Public Health Association (B-PHA), Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025.
Program ini diumumkan pada Sabtu (8/10/2025) dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika UNAIR, karena melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara B-PHA, Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA), dan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Umum (HMKU).
Kolaborasi ini melahirkan inovasi bernama SEJATI (Sekolah Jalinan Tangguh Intelektual), sebuah solusi edukasi berbasis socio-pedagogis untuk mewujudkan Desa Cerdas Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.
Ketua Tim Pelaksana, Dewi Roso Wulan, mahasiswa FIKKIA UNAIR, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari keresahan terhadap rendahnya tingkat literasi dasar masyarakat desa.
“Permasalahan di Kendalrejo bukan hanya rendahnya angka partisipasi sekolah, tetapi juga terbatasnya sarana pembelajaran yang layak. Kurangnya sinergi antar lembaga pendidikan dan minimnya dukungan sosial keluarga membuat banyak anak kehilangan semangat belajar,” ujarnya.
Selain itu, faktor ekonomi juga berpengaruh besar. Banyak warga memilih menjadi pekerja migran tanpa bekal keterampilan yang memadai.
Rendahnya literasi digital dan terbatasnya pelatihan vokasional membuat potensi desa, seperti hasil pertanian dan buah naga, belum diolah secara optimal.
Ditambah dengan keterbatasan layanan kesehatan dan kesiapsiagaan bencana, kondisi tersebut semakin memperlihatkan perlunya penguatan sumber daya manusia.
“Pembangunan desa tidak cukup dengan infrastruktur. Kami percaya kunci utama terletak pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” tambah Dewi.
Program SEJATI diwujudkan melalui enam Pojok Literasi tematik yang menjadi pusat pembelajaran masyarakat:
1. Pojok Aksara
Menyediakan pembelajaran literasi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Al-Qur’an, serta bahan bacaan tematik hasil kolaborasi dengan sekolah dan TPA.
2. Pojok Kewirausahaan
Menghadirkan pelatihan bisnis, digital marketing, serta pendampingan UMKM berbasis potensi lokal desa.
3. Pojok IT
Berfokus pada peningkatan keterampilan digital seperti Microsoft Office, Canva, dan Google Tools untuk mendukung ekonomi digital desa.
4. Pojok Life Skill
Mengajarkan keterampilan hidup seperti public speaking, kepemimpinan, menjahit, hingga pengelolaan sampah menjadi produk bernilai jual.
5. Pojok Health Care
Memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan, pelatihan P3K, hingga pelatihan kesiapsiagaan bencana bersama FKTP dan BPBD.
6. Pojok I-Farm
Mengembangkan budidaya ikan, tanaman, dan ternak terpadu serta mendampingi pembentukan kelompok tani.
Keenam pojok ini membentuk ekosistem pembelajaran terpadu yang tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga menumbuhkan kemandirian dan produktivitas masyarakat.
Program SEJATI terus berlangsung di Desa Kendalrejo.
Tim mahasiswa aktif mengadakan pelatihan, pendampingan UMKM, serta kegiatan edukasi di enam pojok literasi.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terutama dalam pelatihan keterampilan digital dan kewirausahaan yang membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
“Kami senang melihat partisipasi masyarakat yang besar. Ini menandakan semangat belajar dan perubahan mulai tumbuh di Desa Kendalrejo,” ungkap Dewi.
Ke depan, tim SEJATI berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan, pelatihan kader lokal, serta evaluasi rutin guna menjaga keberlanjutan program.
Harapannya, model Desa Cerdas ini dapat direplikasi di wilayah lain sesuai karakteristik dan kebutuhan lokal masing-masing.
“Kami ingin SEJATI menjadi gerakan literasi berkelanjutan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Dewi.
Dengan dukungan lintas keilmuan, partisipasi masyarakat Desa Kendalrejo, dan sinergi bersama Universitas Airlangga serta mitra eksternal, program SEJATI diharapkan menjadi tonggak baru pembangunan sumber daya manusia desa yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di era digital.
Editor : Lugas Rumpakaadi