RADARBANYUWANGI.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Banyuwangi. Reyno Felix Altair Hidayat, siswa kelas IX MTsN 3 Banyuwangi, berhasil lolos mewakili Indonesia dalam ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) 2025 yang akan digelar di Sirius Federal Territory, Rusia.
Reyno dikenal sebagai siswa yang kalem, pendiam, dan tekun belajar. Bahkan, di waktu libur, bocah berkacamata asal Dusun Lugoto, Desa Rogojampi ini tetap memilih belajar mandiri di rumah.
“Saya juga main game kok, tapi lebih sering belajar,” ujar Reyno sambil tersenyum.
Putra sulung pasangan Nova Nurhidayat dan Rina Ulfa ini menceritakan, perjuangannya menuju IJSO tidak mudah.
Ia harus melalui tahapan seleksi ketat mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
“Seleksi nasional diikuti siswa SMP dan MTs dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah bisa masuk enam besar dan satu-satunya dari MTs,” ujarnya bangga.
Reyno dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 7 November 2025 untuk menjalani karantina sebelum terbang ke Rusia pada 23 November 2025.
Bocah kelahiran 11 Juni 2010 ini kini fokus mempersiapkan diri agar bisa membawa nama Indonesia di kancah dunia.
Selama tiga tahun di MTsN 3 Banyuwangi (dikenal juga sebagai MTsN Srono), Reyno telah menorehkan 36 prestasi akademik dari tingkat daerah hingga nasional.
Beberapa di antaranya adalah Juara 1 Olimpiade IPA 5 Level 4 MGMP IPA Jember, Peringkat 1 Nasional Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kemenag RI, serta Medali Emas Kompetisi Sains Muslim Indonesia (Kossmi) 2025.
“Saya juga pernah juara olimpiade di UGM, UNAIR, dan Unsoed,” ungkapnya.
Bakat sains Reyno sudah tampak sejak kecil. Menurut sang ayah, Nova Nurhidayat, putranya sudah gemar bereksperimen sejak SD dan pernah ikut lomba robotika nasional.
“Dia suka bongkar-pasang barang elektronik, rasa ingin tahunya besar,” katanya.
Dalam kesehariannya, Reyno belajar hingga 12 jam di hari libur dan sekitar empat jam di hari sekolah.
Ia memadukan belajar lewat buku, video YouTube, dan bimbingan les. “Cita-citanya ingin jadi pengusaha sekaligus ilmuwan berakhlak seperti Elon Musk,” tutur Nova.
Kepala MTsN 3 Banyuwangi, Nur Khozin, mengaku bangga atas prestasi Reyno. Menurutnya, Reyno bukan hanya cerdas tapi juga rendah hati dan menjadi inspirasi bagi siswa lain.
“Di sekolah, semua mengenal Reyno. Saat dia lomba, siswa lain menggelar doa bersama,” ucapnya.
Khozin menjelaskan, sekolah yang berlokasi di Desa Kebaman, Kecamatan Srono ini memang memberi perhatian besar pada pengembangan bakat siswa.
“Kami punya 36 ekstrakurikuler, dari kelas prestasi, tahfidz, hadrah, hingga olahraga. Semua kami dukung penuh,” jelasnya.
Ketua Komite MTsN 3 Banyuwangi, Amin Maki, menambahkan, keberhasilan Reyno tidak lepas dari dukungan guru, karyawan, dan komite.
“Kami selalu membantu seluruh program madrasah. Semoga prestasi Reyno menjadi motivasi untuk siswa lainnya,” katanya.
Editor : Agung Sedana