RADARBANYUWANGI.ID - Siswa MTsN 3 Banyuwangi Reyno Felix Altair Hidayat satu-satunya siswa madrasah yang akan mewakili Indonesia ke Rusia dalam ajang International Junior Science Olympiad (IJSO) pada 23 November 2025. Dalam ajang bergensi itu Indonesia mengirim enam siswa terbaiknya.
Reyno Felix Altair Hidayat atau biasa disapa Reyno, tidak hanya berprestasi di sekolahnya, MTsN 3 Banyuwangi, tapi tingkat nasional.
Siswa kelas 9 ini sudah banyak menorehkan prestasi sejak di bangku MI Rogojampi. Capaian itu, terus meningkat.
Di sekolah dan di rumah, Reyno dikenal kalem dan pendiam. Anak berkacamata ini banyak dihabiskan waktunya untuk belajar.
Malahan, libur sekolah juga dibuat belajar secara mandiri di rumah. “Saya juga main game kok,” cetus Reyno Felix Altair Hidayat.
Putra sulung pasangan Nova Nurhidayat dan Rina Ulfa yang tinggal di Dusun Lugoto, Desa/Kecamatan Rogojampi, ini ternyata juga asyik diajak ngobrol.
Raut wajahnya yang terkesan tertutup, langsung ambyar saat Reyno mengisahkan perjalanannya sebelum mendapat tiket mengikuti International Junior Science Olympiad (IJSO) di Rusia, tepatnya di Sirius Federal Territory, untuk mewakili Indonesia.
“Ikut seleksi nasional yang diadakan Kementerian Pendidikan,” terang Reyno.
Sebelum mengikuti seleksi nasional, Reyno harus berjuang dengan mengikuti seleksi mulai tingkat Kabupaten Banyuwangi dan Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah, dalam seleksi itu lolos ketingkat nasional. Seleksi di tingkat nasional diikuti siswa SMP/MTs dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Dalam seleksi di tingkat nasional itu, dipilih 30 besar. Dari jumlah itu, kembali diseleksi menjadi 12 besar.
Selanjutnya para siswa kembali diseleksi untuk dipilih menjadi enam besar dan berhak mewakili Indonesia dalam ajang IJSO di Rusia.
“Alhamdulillah, masuk enam besar itu. Dari enam siswa itu, saya satu-satunya dari MTs,” cetusnya.
Reyno kini sedang menyiapkan keberangkatan ke Rusia. Rencananya, pada 7 November 2025 akan berangkat ke Jakarta untuk karantina dan 23 November terbang ke Rusia.
“Kami lagi mempersiapkan,” kata siswa kelahiran Rogojampi 11 Juni 2010 itu.
Jejak rekam Reyno Felix Altair Hidayat dalam meraih prestasi pada olimpiade mata pelajaran ternyata sudah cukup panjang.
Tidak hanya tingkat kabupaten, tapi tingkat nasional.
Dalam kurun hampir tiga tahun belajar di MTsN 3 Banyuwangi atau yang dikenal MTsN Srono ini, anak berusia 15 tahun telah menjuarai 36 lomba mulai dari tingkat daerah hingga nasional, seperti Juara 1 Olimpiade IPA 5 (OLIPA) Level 4 kelas 7 di MGMP IPA Wilayah Tengah Kabupaten Jember, Peringkat 1 Terbaik Nasional Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di Direktorat KSKK Kemenag, dan mendapatkan medali emas Kompetisi Sains Muslim Indonesia (Kossmi) 2025 tingkat nasional di Abak Academy.
“Saya juga pernah juara olimpiade di UGM Jogjakarta, Universitas Airlangga Surabaya, dan di Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto,” ungkapnya.
Di balik kecerdasannya, terutama di bidang sains, Reyno sejak kecil memiliki jiwa otak-atik atau eksperimen. Memasuki masa pubertas, jiwa sainsnya muncul dan terus berkembang.
“Awalnya pada usia sekolah dasar pernah ikut lomba robotik tingkat nasional,” kata ayah Reyno, Nova Nurhidayat.
Keseharian Reyno diisi dengan belajar melalui buku dan YouTube serta mengikuti les. Dalam sehari, ia mampu belajar 12 jam di hari libur dan empat jam di hari sekolah.
“Impiannya menjadi pengusaha dan ilmuwan yang berakhlak seperti Elon Musk,” ujarnya seraya mengatakan keberhasilan anaknya itu karena ada dukungan penuh dari MTsN 3 Banyuwangi.
Nova percaya MTsN 3 Banyuwangi yang berlokasi di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, mampu menciptakan siswa berprestasi. Selama ini, banyak siswa di madrasah yang menjadi juara hingga tingkat nasional.
“Yang berprestasi tidak hanya Reyno, banyak siswa lainnya,” ucapnya seraya menyampaikan adik Reyno, yakni Felecia Queen Ellen Hidayat kini juga belajar di MTsN 3 Banyuwangi kelas 7, sedang adik bungsunya Ibrahim Pasha Xavier Hidayat masih kelas 1 tingkat SD.
Kepala MTsN 3 Banyuwangi Nur Khozin mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswanya, Reyno tidak hanya pintar, tapi juga dikenal anak yang humble (rendah hati).
“Di sekolah Reyno ini terkenal. Hampir semua siswa mengenalnya,” katanya.
Para siswa di MTsN 3 Banyuwangi memiliki persaudaraan yang kuat. Bila ada siswa sedang mengikuti perlombaan, para siswa akan mengadakan doa bersama demi kemenangan.
“Ada siswa mengikuti lomba di luar sekolah, siswa di sekolah menggelar doa bersama, termasuk saat Reyno seleksi, semua ikut doa bersama,” terangnya.
Khozin mengaku selama ini banyak siswa yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional. Untuk tingkat internasional, memang baru Reyno ini. “Semoga ke depan akan muncul Reyno-Reyno baru,” harapnya.
Dalam menjembatani siswa yang berprestasi, MTsN 3 Banyuwangi selalu mendorong dengan berbagai cara, seperti pendampingan dan bimbingan.
Saat ini, di MTsN 3 Banyuwangi ada 36 ekstrakulikuler untuk mewadahi bakat siswa yang ada.
“Ada kelas prestasi, ada tahfidz, ada hadrah, banyak kegiatan olahraga, dan lainnya, semua kita suport penuh,” cetusnya.
Khozin menyampaikan, prestasi yang diraih Reyno dan siswa lainnya, berkat kegigihan para guru, karyawan, dan komite madrasah.
Selama ini, komite MTsN 3 Banyuwangi sangat membantu dan mendukung penuh kegiatan dan program madrasah.
“MTsN 3 Banyuwangi telah banyak menunjukkan prestasi, dan kita akan mendukung penuh programnya,” kata ketua Komite MTsN 3 Banyuwangi, Amin Maki. (cw3/abi)
Editor : Ali Sodiqin