RADARBANYUWANGI.ID – Tirakat selama ini sering dikaitkan dengan puasa, tahajud, atau wiridan.
Namun, menurut almarhum KH Maimun Zubair, tirakat yang sesungguhnya justru lebih sederhana tapi sulit: menjaga hati tetap baik.
“Kalau tidak kuat puasa, ya tidak usah. Kalau tidak kuat tahajud, yang tidak usah. Kalau tidak mampu bersodaqoh karena tidak punya uang, ya tidak usah. Kalau tidak pintar membaca Al-Qur’an, ya tidak usah tirakat membaca Al-Qur’an,” tutur KH Maimun Zubair dalam salah satu ceramahnya yang legendaris.
Beliau menekankan, tirakat yang paling sulit adalah menjaga hati.
“Apa guna wiridan, yasin, atau tahlil, jika hati tetap busuk? Apa guna tahajud jika tetap menjelek-jelekkan teman? Na’udzubillah,” tegasnya.
KH Maimun Zubair menegaskan, menjaga hati tetap baik adalah tirakat yang paling susah dilakukan, namun itulah inti dari kebaikan dalam hidup.
“Hati yang baik itu tirakat,” pesannya.
Sekilas Profil KH Maimun Zubair (Mbah Moen)
- Nama Lengkap: KH Maimun Zubair
- Nama Akrab: Mbah Moen
- Tanggal Lahir: 28 Oktober 1928
- Tempat Lahir: Karang Mangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah
- Tanggal Wafat: 6 Agustus 2019
- Tempat Wafat: Makkah, Arab Saudi
- Pendidikan: Pondok Pesantren Lirboyo, Madrasah Darul Ulum Makkah
- Organisasi: Nahdlatul Ulama (NU), Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
- Jabatan: Ketua Majelis Syariah PPP, Anggota DPRD Rembang, Anggota MPR RI
- Pesantren: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang
Riwayat Hidup dan Pendidikan
Mbah Moen lahir sebagai anak pertama dari pasangan KH Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah.
Sejak kecil, beliau dididik dalam lingkungan pesantren dan mendalami ilmu agama secara mendalam.
Beliau menuntut ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo dan Madrasah Darul Ulum di Makkah, berguru kepada ulama-ulama besar seperti Syekh Yasin al-Fadani dan Syekh Abdul Wahab Chasbullah.
Karier Politik dan Organisasi
Selain sebagai ulama, Mbah Moen juga aktif dalam dunia politik.
Beliau menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga akhir hayatnya.
Beliau juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang selama 7 tahun dan anggota MPR RI mewakili Jawa Tengah selama tiga periode.
Pesan dan Warisan
Mbah Moen dikenal sebagai ulama yang bijaksana dan kharismatik.
Beliau sering memberikan nasihat tentang pentingnya menjaga hati dan akhlak dalam beragama.
Salah satu pesan beliau yang terkenal adalah tentang tirakat sejati, yaitu menjaga hati tetap baik meskipun dalam ibadah.
Beliau menekankan bahwa wiridan dan ibadah lainnya tidak akan berarti jika hati tetap buruk.
Wafat dan Makam
Mbah Moen wafat pada 6 Agustus 2019 di Makkah setelah melaksanakan salat Subuh.
Beliau dimakamkan di Pemakaman Ma'la, Makkah, sesuai dengan wasiatnya.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam di Indonesia dan dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin