Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sastrawan Nasional Acep Zamzam Noor Hadir di Liga Puisi #4 Banyuwangi! Bocorkan Rahasia Menulis Puisi Kelas Dunia

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:20 WIB
Photo
Photo

RADARBANYUWANGI.ID – Event Liga Puisi #4 yang diinisiasi Jawa Pos Radar Banyuwangi tahun ini terasa istimewa.

Sebelum berlomba, peserta akan mendapat suntikan ilmu baru tentang sastra. Sastrawan nasional, Acep Zamzam Noor, akan berbagi pengalaman menulis sastra yang dikemas dalam ceramah sastra.

Pria kelahiran Tasikmalaya itu juga akan berbagi kiat bagaimana menjadi guru sastra yang mumpuni.

Sastrawan nasional, Acep Zamzam Noor, akan berbagi pengalaman menulis sastra yang dikemas dalam ceramah sastra.
Sastrawan nasional, Acep Zamzam Noor, akan berbagi pengalaman menulis sastra yang dikemas dalam ceramah sastra.

Dia juga akan membagikan pengalamannya tentang kehidupan pesantren membawanya pada pengembaraan dan pemaknaan mendalam atas realita yang menjadi sumber inspirasi sastra.

Acep juga akan memberikan tips cara penulisan puisi, pencarian inspirasi, pengajaran sastra, hingga mengulik puisi-puisi tua seperti gurindam.

Ceramah sastra tersebut digelar di gedung Grha Pena Jawa Pos Radar Banyuwangi Jalan Brawjiaya nomor 77 Banyuwangi pada Minggu (27/10). Karena itu, agar peserta tidak kehilangan momen, diharapkan hadir tepat waktu pukul 07.00.

”Acep akan berbicara sastra dari zaman ke zaman.  Dia adalah salah satu sastrawan yang juga aktif melukis dan berpameran. Sangat rugi kalau siswa dan guru-guru di Banyuwangi tidak mendengarkan ceramah sastra dari Acep. Mumpung masih ada kesempatan, silakan mendaftar Liga Puisi,’’ ujar MS. Muntaha, Wakil Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Taha menambahkan, ceramah sastra nanti juga akan dihadiri Bupati Ipuk Fiestiandani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Banyuwangi, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, dan Kepala Kemenag Banyuwangi. Usai ceramah sastra, lima peserta Liga Puisi bakal tampil di hadapan juri.   

Melansir laman kemendikdasmen.go.id, Acep Zamzam Noer adalah anak sulung K.H. Ilyas. Dia dilahirkan di Tasikmalaya, Jawa Barat, 28 Februari 1960.

Acep dibesarkan dalam lingkungan kehidupan pesantren itu memiliki latar belakang pendidikan yang cukup beragam.

Pendidikan yang pernah dilaluinya, antara lain, adalah Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, SMA di Jakarta (tamat 1980), menjadi santri di Pondok Pesantren As-Syafi'iyah, Jakarta, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB (tamat 1987), serta Universita' Italiana per Stranieri, Perugia, Italia (1991—1993).

Sebelum berkuliah di ITB, ia pernah tercatat sebagai mahasiswa STSRI "ASRI" Yogyakarta, jurusan seni lukis, tetapi mengundurkan diri.

Dia pernah bekerja di berbagai media massa cetak, antara lain harian Pikiran Rakyat. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di berbagai media massa cetak, antara lain Pikiran Rakyat, Horison, Kalam, Dewan Sastra, Republika, Kompas, dan Media Indonesia.

Selain menulis sajak, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda, ia juga menulis esai sastra. Dia mulai menulis sajak tahun 1976. Dia mengembangkan dunia kepenyairannya sejak tinggal di Bandung.

Sejumlah sajaknya telah diterbitkan dalam bentuk kumpulan sajak, yaitu Tamparlah Mukaku! (1982), Aku Kini Doa (1986), Kasidah Sunyi (1989), Dari Kota Hujan (1996), Di Luar Kata (1996), Di Atas Umbira (1999), serta Dayeuh Matapoe (1993, kumpulan sajak dalam bahasa Sunda).

Selain itu, beberapa sajaknya hadir dalam antologi bersama penyair lain, seperti Tonggak 4 (1987), Dari Negeri Poci (1994), dan Ketika Kata Ketika Warna (1995).

Beberapa esai telah ditulisnya, antara lain "Pesantren, Santri, dan Puisi" yang dimuat dalam Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia.  (cw6-M Ksatria Raya/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#menulis puisi #radar banyuwangi #Sastra #liga puisi #Acep Zamzam Noor