RADARBANYUWANGI.ID - Sejumlah sekolah di Banyuwangi sudah menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski begitu, ada sejumlah sekolah yang memilih menunda MBG, yaitu SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi.
Sekolah yang beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu hingga kini masih belum bersedia mengikuti program MBG.
Hal ini sesuai dengan surat yang dilayangkan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Banyuwangi) yang menaungi SD Muhamadiyah 1.
Kepada para wali muridnya, pihak sekolah menyatakan menunda penerimaan program MBG. Sebagian wali murid juga diketahui menyampaikan keberatan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi Hendri Mardisiwi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mendapat tawaran dari sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melaksanakan program MBG di sekolahnya.
“Sudah ada sekitar tiga sampai empat dapur SPPG yang menawarkan program MBG di sekolah kami, namun setelah melalui beberapa kali perundingan dengan Dikdasmen PCM Banyuwangi, hasilnya kami belum bersedia menerima untuk sementara waktu,” ujarnya.
Menurut Hendri, ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan pihak sekolah.
Salah satunya karena sebagian wali murid belum menyetujui pelaksanaan MBG, bahkan ada yang merasa khawatir terhadap keamanan makanan yang disediakan seiring dengan pemberitaan yang beredar di masyarakat.
“Sebagian wali murid memang tidak menerima, karena berkembangnya berbagai pemberitaan terkait MBG, termasuk isu keracunan dan hal lainnya. Meski demikian, ada juga orang tua yang setuju dan berharap anak-anak mereka bisa mendapat makan bergizi dari pemerintah,” jelasnya.
Hendri menambahkan, pihak sekolah juga telah berdiskusi dengan Majelis Dikdasmen PCM Banyuwangi selaku lembaga yang menaungi SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi.
Dari hasil pembahasan tersebut, diputuskan untuk menunda atau belum bersedia menerima program MBG hingga ada pertimbangan lebih lanjut.
“Kami bukan menolak program MBG, namun saat ini kami masih mempertimbangkan lebih matang lagi. Tidak menutup kemungkinan ke depan bisa menerima, apalagi sebagian besar wali murid sebenarnya mendukung adanya program makan bergizi tersebut,” kata Hendri.
Hendri menilai bahwa pelaksanaan dapur SPPG di Banyuwangi sejauh ini cukup baik dan belum ada pemberitaan negatif yang muncul tentang MBG yang beredar di beberapa sekolah.
“Kalau melihat dapur SPPG di Banyuwangi memang sudah bagus dan sejauh ini tidak ada pemberitaan buruk. Itu juga menjadi pertimbangan kami untuk menerima program MBG,” ujarnya.
Selain itu, SD Muhammadiyah 1 Banyuwangi saat ini juga sudah memiliki program makan bergizi mandiri, berupa pembiasaan siswa membawa bekal dari rumah yang jadi pertimbangan.
“Sekolah kami sudah menerapkan kegiatan makan bergizi dari rumah. Jika nanti MBG diterapkan, kemungkinan akan kami sesuaikan dengan kegiatan kami yang sudah berjalan,” pungkasnya.
Moch. Gibran, salah satu kepala dapur SPPG yang berlokasi di Kelurahan Kebalenan, mengatakan, dalam pelaksanaan MBG, pihak dapur tidak memaksa sekolah ketika menawarkan program.
“Sifatnya tidak memaksa. Ketika kami menawarkan ke sekolah, kami hanya menanyakan alasannya jika belum bersedia, lalu memberikan penyuluhan sesuai dengan SOP yang ada,” jelas Gibran.
Ia menambahkan, selama ini dapur SPPG yang dikelolanya belum pernah mendapatkan penolakan dari pihak sekolah.
“Sejauh ini, tidak ada sekolah yang menolak program MBG dari dapur kami,” tegasnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin