RADARBANYUWANGI.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi bersama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi menggelar sosialisasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS), Selasa (21/10).
Sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Banyuwangi untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan sekolah.
Acara ini diikuti sekitar 100 undangan dari perwakilan kepala sekolah dan pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) seluruh SMA/SMK se-Banyuwangi. Kegiatan digelar di SMAN 1 Glagah.
Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, kegiatan GSS ini menjadi momentum penting untuk memperkuat implementasi Gerakan Sekolah Sehat di jenjang SMA dan SMK.
“Kami mengumpulkan perwakilan kepala sekolah sekaligus pembina UKS setingkat SMA se-Kabupaten Banyuwangi. Harapannya ini menjadi momentum untuk meningkatkan pelaksanaan GSS di sekolah,” ujarnya.
Amir menjelaskan, dalam program GSS terdapat lima pilar utama, yakni sehat fisik, gizi, imunisasi, jiwa, dan lingkungan.
Pada kesempatan kemarin Amir juga memaparkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dilaksanakan bagi siswa di lingkup SMA/SMK di seluruh Banyuwangi.
“Ada beberapa atensi penting dari hasil pemeriksaan, salah satunya adalah bahaya merokok di kalangan pelajar. Data menunjukkan sekitar 19 persen siswa setingkat SMA sudah merokok. Hal ini tentu berdampak pada kesehatan serta prestasi belajar mereka,” katanya.
Amir menambahkan, selain bahaya merokok, anemia juga menjadi perhatian serius dikalangan siswa setingkat SMA.
“Anemia merupakan kekurangan hemoglobin yang menyebabkan asupan nutrisi dan oksigen ke tubuh berkurang. Dampaknya, konsentrasi belajar siswa bisa menurun,” jelasnya.
Anemia merupakan kondisi tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin di bawah batas normal. Hal ini bisa terjadi akibat kurangnya produksi sel darah merah, kehilangan darah, atau penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat.
Pihak Dinkes Banyuwangi juga menemukan adanya kasus hipertensi di kalangan pelajar setingkat SMA di Bumi Blambangan, meskipun jumlahnya relatif kecil.
“Ternyata ada sekitar 1,2 persen siswa SMA yang mengalami hipertensi. Ini menjadi perhatian penting. Kami berharap para guru UKS ikut mengampanyekan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak untuk mencegah hal tersebut,” terang Amir.
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi GSS ini juga menjadi bagian dari semangat menyongsong Hari Kesehatan Nasional dengan menumbuhkan kesadaran bersama antara tenaga pendidik dan siswa.
“Harapan kami, upaya pencegahan penyakit bisa didorong melalui partisipasi semua pihak, terutama dari tenaga pengajar dan para siswa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada SMAN 1 Glagah sebagai tuan rumah kegiatan GSS.
“Kami sebagai tuan rumah menyediakan tempat untuk sosialisasi GSS dari program Dinkes Banyuwangi bersama Cabdindik Banyuwangi. Pesertanya dari perwakilan SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, jumlahnya lebih dari 100 orang yang memenuhi undangan,” jelasnya.
Menurut Abdullah, materi yang diberikan dalam kegiatan GSS ini tidak hanya seputar pola hidup bersih dan sehat bagi siswa, tetapi juga menyangkut lingkungan sekolah.
“Sekolah kami merupakan Adiwiyata Mandiri 2022, sehingga lingkungannya bersih, indah, dan segar. Bersinergi dengan GSS, kami memperkuat karakter siswa agar terbiasa hidup sehat,” tuturnya.
Abdullah menambahkan, kebiasaan kecil seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan juga menjadi bagian penting dari penerapan GSS di SMAN 1 Glagah.
“Setiap hari sebelum pembelajaran dimulai, siswa dibiasakan mencuci tangan. Hal sederhana ini bisa menjadi salah satu kegiatan GSS dalam membentuk karakter sehat di kalangan pelajar,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin