RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi kembali menggelar kegiatan sosialisasi dan advokasi kebijakan bidang pendidikan melalui Fasilitasi Sekolah Ramah Anak (SRA) jenjang SMP.
Kegiatan ini diharapkan dapay mencegah tidak kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Kegiatan SRA berlangsung sejak Senin (20/10) hingga Kamis (23/10) mendatang. Acara yang diselenggarakan di aula Kantor Dispendik Banyuwangi, tersebut diikuti oleh perwakilan guru dan siswa dari seluruh SMP di Banyuwangi.
Tujuannya memperkuat peran guru dan murid dalam mencegah kekerasan dan tindakan bullying di lingkungan pendidikan.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP Didik Eko Wahyudi mengatakan, fasilitasi sekolah ramah anak ini menjadi langkah nyata untuk mengedukasi para guru dan siswa agar dapat meminimalkan tindak kekerasan dan pelanggaran terhadap hak anak di sekolah.
“Bagaimana mengedukasi guru dan siswa untuk menimalisasi tindakan bullying dengan cara yang baik dan dari hati di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Didik menambahkan, kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan guru dan siswa dari setiap SMP di Banyuwangi dengan harapan pesan dan semangat sekolah ramah anak dapat diteruskan ke seluruh warga sekolah.
Sementara itu, Pengawas SMP Dispendik Banyuwangi Ahmad Hasan yang juga menjadi pemateri dalam acara SRA tersebut menjelaskan, kegiatan ini dirancang agar sekolah benar-benar bisa menerapkan prinsip ramah anak dalam keseharian.
“Setiap SMP mengirim satu guru dan satu siswa untuk ikut serta. Tujuannya agar keduanya bisa menjadi penggerak di sekolah masing-masing. Seiring dengan meningkatnya kasus bullying dan kekerasan, sekolah harus jadi tempat yang ramah dan aman,” ujarnya.
Hasan juga menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka di sekolah tentang perundungan yang mereka rasakan dan lihat.
“Tidak hanya guru yang bicara, tapi siswa juga kita beri kesempatan untuk menyampaikan sebagai testimoni bagaimana perasaan mereka di sekolah, perlakuan yang dirasakan dari guru, serta harapan terhadap lingkungan belajar yang ideal,” jelasnya.
Ia berharap, setelah kegiatan ini para siswa yang telah mendapatkan pemahaman tentang sekolah ramah anak dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada teman-temannya.
“Harapannya, terwujud sekolah ramah anak yang benar-benar berpihak kepada kepentingan siswa,” pungkas Hasan. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin