Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Erlina Anjarrini, Putri Buruh Bengkel Raih Predikat Lulus Tercepat, IPK Mencapai 3,99 dan Jadi Lulusan Berprestasi Untag

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 20 Oktober 2025 | 16:43 WIB
BANGGA BERCAMPUR HARU: Erlina Anjarrini didampingi sang ayah memegang piala dan sertifikat penghargaan wisudawan lulus tercepat di auditorium Untag Banyuwangi pada Sabtu (18/10).
BANGGA BERCAMPUR HARU: Erlina Anjarrini didampingi sang ayah memegang piala dan sertifikat penghargaan wisudawan lulus tercepat di auditorium Untag Banyuwangi pada Sabtu (18/10).

 

Erlina Anjarrini, mahasiswi Administrasi Publik Untag Banyuwangi mencatat prestasi gemilang. Tidak hanya meraih predikat sebagai wisudawan lulus tercepat, IPK-nya pun nyaris sempurna, yakni 3,99.

Di tengah suasana khidmat prosesi wisuda Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi pada Sabtu siang (18/10), nama Erlina Anjerrini disebut oleh pewara (master of ceremony/MC). Tepuk tangan pun membahana di auditorium kampus yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto Banyuwangi tersebut.

Sejurus kemudian, perempuan asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, ini maju ke podium sembari tersenyum. Namun, perasaan haru tidak bisa dia sembunyikan dengan sempurna. Hal ini tergambar jelas dari matanya yang tampak berkaca-kaca.

Erlina patut bangga. Betapa tidak, putri seorang buruh di bengkel las ini berhasil mencatat prestasi luar biasa. Ia berhasil lulus tercepat dengan waktu studi hanya 3 tahun 6 bulan 4 hari. Bukan itu saja, indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya pun nyaris sempurna. Tepatnya 3,99.

Bagi Erlin –sapaan karib Erlina–, pencapaian ini bukan keberuntungan semata, melainkan buah dari ketekunan, konsistensi, dan tekad yang kuat untuk mengubah jalan hidupnya.

Lahir pada tahun 2003, Erlin menempuh pendidikan jenjang sekolah lanjutan tingkat atas di SMK Negeri Darul Ulum Muncar. Kala itu mengambil jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Namun, pilihan itu sejatinya bukan dari hatinya sendiri. “Dulu aku ambil akuntansi itu berdasar keinginan orang tua. Tapi sebenarnya aku kurang suka pelajaran akuntansi,” kenangnya sembari tersenyum.

Erlin mengaku dirinya justru tertarik dengan teori dan hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. “Waktu di SMK ada satu pelajaran tentang administrasi umum, dan aku merasa itu menarik sekali. Dari situ aku mulai tahu, aku ingin kuliah di bidang itu,” katanya.

Pilihan hatinya kemudian mengantarkan Erlin ke Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Banyuwangi. Keputusan yang terbukti menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Dengan semangat baru, ia memulai perkuliahan dengan motivasi tinggi, bukan sekadar ingin lulus, tapi ingin berprestasi.

“Aku ini orangnya harus punya target. Sejak awal masuk kuliah, aku udah tulis di kertas dan tempel di dinding kamar “Bismillah, lulus 3,5 tahun, IPK 4,00”. Jadi setiap bangun pagi aku lihat tulisan tersebut dan itu jadi pengingat kalau aku harus terus semangat,” ungkap penerima beasiswa KIP Kuliah (KIPK) ini.

Meski memiliki target besar, Erlin mengaku tidak pernah merasa terbebani. Ia menjalani hari-harinya di kampus dengan riang, menikmati setiap proses belajar, dan aktif berdiskusi dengan dosen serta teman-temannya. “Aku tidak pernah merasa dikejar-kejar target. Enjoy aja, tapi tetap fokus. Kadang orang berpikit kalau cepat lulus itu berarti terburu-buru, tapi bagiku ini soal konsistensi,” tuturnya.

Salah satu prinsip yang selalu ia pegang adalah disiplin. Erlin mengaku nyaris tak pernah absen kuliah. “Aku jarang banget bolos. Karena aku merasa kuliah ini kewajiban yang harus aku jalani sebaik mungkin. Dosen pernah bilang, “Jangan cuma cepat, tapi juga harus tepat”. Itu yang aku pegang. Jadi selain aku ingin lulus cepat, aku juga harus memastikan hasilnya bagus,” tuturnya.

Perjalanan akademiknya memang tidak selalu mulus. Sebagai anak dari keluarga sederhana, Erlin harus pandai mengatur waktu dan keuangan. Namun, ia mengaku motivasi terbesarnya adalah kedua orang tua. “Setiap lihat orang tua berangkat kerja ke bengkel, panas-panasan, aku merasa harus bisa bikin mereka bangga. Itu sumber semangat ku,” ucapnya lirih.

Saat pengumuman wisudawan terbaik dan tercepat, Erlin tidak menyangka namanya akan disebut. “Aku pikir teman-teman lain yang bakal dapat, mungkin dari fakultas hukum atau ekonomi. Tapi waktu namaku disebut, rasanya seperti mimpi. Aku tidak pernah menyangka bakal dapat predikat itu,” katanya dengan mata berbinar.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana, Erlin bertekad melanjutkan kiprahnya di dunia pelayanan publik sesuai dengan bidang yang ia cintai. Ia ingin bekerja di sektor pemerintahan atau lembaga sosial yang bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Aku ingin berkontribusi nyata. Karena sejak awal alasan aku memilih administrasi publik adalah karena ingin belajar bagaimana cara membantu masyarakat lewat sistem yang baik,” ujarnya penuh keyakinan. (cw5/sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#wisuda #ipk #Untag #untag banyuwangi