Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Janji Ipuk Terbukti! Lahan 7 Hektare Disiapkan untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi di Banyuwangi

Ali Sodiqin • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:30 WIB

Kebun kelapa di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar ini yang rencananya akan dibuat gedung SR.
Kebun kelapa di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar ini yang rencananya akan dibuat gedung SR.

RADARBANYUWANGI.ID – Janji Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani untuk menyiapkan lahan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) mulai terealisasi.

Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 7 hektare di Dusun Krajan, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, yang sebelumnya merupakan kebun kelapa milik Pemkab Banyuwangi.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Genteng, area tersebut masih berupa lahan kosong dengan deretan pohon kelapa yang menjulang.

Baca Juga: Breaking! Pemerintah Umumkan Stimulus Ekonomi Baru: BLT Diperpanjang, Kuota Magang Naik 4 Kali Lipat!

Lahan itu dulunya dikelola oleh Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) dan kini tercatat sebagai aset di bawah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi.

“Rencananya akan dibangun di dekat RTH Blambangan,” ujar Kepala SRT 46 Muncar, Winarno, Kamis (16/10).

SRT Terpadu untuk 1.000 Siswa

Winarno menjelaskan, gedung permanen SRT nantinya dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dua lokasi SRT yang saat ini tersebar di Kecamatan Licin dan Kecamatan Muncar akan digabung menjadi satu kompleks pendidikan terpadu.

Baca Juga: Messi dan Suarez Siap Panaskan Laga Terakhir MLS! Inter Miami Tantang Nashville Demi Tiket Emas ke Peringkat Dua!

“Luas lahan yang akan digunakan sekitar 6,6 hektare,” tambahnya.

Saat ini, kegiatan belajar-mengajar masih berlangsung di dua lokasi sementara, yakni Balai Diklat Kecamatan Licin dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar.

“Untuk SRT 46 Muncar, kami masih menumpang di BPVP Banyuwangi selama dua tahun terakhir,” ujarnya.

Lokasi Strategis Dekat RTH Blambangan

Hal senada disampaikan Camat Muncar Tri Setya, yang memastikan lahan calon gedung permanen SRT memang berada di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH) Blambangan.

Baca Juga: Menikmati Keindahan dan Keunggulan Obelix Hills, Surga di Atas Batu Purba

“Tanah itu sebelumnya dirawat dan dikelola oleh BPKAD Banyuwangi,” katanya.

Lokasi strategis ini dipilih agar akses ke fasilitas publik lebih mudah, sekaligus mendorong kawasan Muncar sebagai pusat pertumbuhan pendidikan di wilayah selatan Banyuwangi.

Langkah Nyata Bupati Ipuk untuk Pendidikan Inklusif

Sebelumnya, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pembangunan gedung permanen SRT merupakan langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan inklusif dan vokasional di Banyuwangi.

“Nantinya dua lokasi SRT yang ada akan disatukan di gedung baru dengan kapasitas mencapai 1.000 siswa dari semua jenjang,” ujar Ipuk.

Menurut Ipuk, pemerintah daerah memastikan lahan yang digunakan merupakan aset resmi Pemkab Banyuwangi, sehingga pembangunan bisa segera dimulai setelah tahap perencanaan selesai.

Baca Juga: KUR BRI 2025 Tanpa Agunan! Modal Rp10–100 Juta, Cicilan Ringan, Cocok Bagi UMKM yang Ingin Kembangkan Usaha Cepat!

Dukung Pemerataan Pendidikan di Banyuwangi

Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Banyuwangi untuk menyediakan pendidikan yang terjangkau, merata, dan berorientasi pada keterampilan kerja.

Dengan hadirnya SRT permanen di Muncar, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi muda Banyuwangi yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#pemkab banyuwangi #lahan sekolah rakyat #Sekolah Rakyat #SRT #janji bupati ipuk #Bupati Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #Sekolah Rakyat Terintegrasi #muncar