RADARBANYUWANGI.ID - Nama Pondok Pesantren Lirboyo mungkin sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia, terutama di kalangan Nahdlatul Ulama.
Berdiri sejak awal 1900-an, pesantren ini bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga menjadi pusat lahirnya para ulama besar dan pemimpin bangsa.
Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini berdiri sekitar tahun 1910 M, didirikan oleh KH. Abdul Karim, seorang ulama kharismatik yang kala itu dikenal karena kealimannya dan perjuangan menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Dari Rumah Kayu Jadi Pesantren Raksasa
Awalnya, KH. Abdul Karim hanya mengajar di rumah sederhana di Lirboyo.
Namun seiring waktu, jumlah santri yang datang semakin banyak, hingga akhirnya berdirilah pondok besar yang kini dikenal dengan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
Sejak wafatnya pendiri, estafet kepemimpinan diteruskan oleh para kiai besar: KH. Marzuqi Dahlan, KH. Mahrus Aly, KH. A. Idris Marzuqi, hingga kini diasuh oleh KH. M. Anwar Mansyur.
Kini, Lirboyo memiliki ribuan santri dari seluruh Indonesia, bahkan beberapa dari luar negeri.
Dengan 585 kamar asrama, 245 ruang kelas, dan berbagai fasilitas lengkap seperti perpustakaan, laboratorium bahasa, hingga dapur umum, pesantren ini tumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Asia Tenggara.
Pendidikan: Tradisional tapi Tetap Kekinian
Sistem pendidikan di Lirboyo tetap mempertahankan model salafiyah klasik dengan metode sorogan, bandongan, dan bahtsul masail.
Para santri mempelajari kitab kuning klasik karya ulama besar seperti Imam Nawawi, Imam Ghazali, dan lainnya.
Namun, Lirboyo juga tidak menutup diri terhadap perkembangan zaman. Saat ini, di bawah koordinasi yayasan, terdapat 17 unit pendidikan formal dan nonformal.
Mulai dari Madrasah Diniyah, MA, hingga perguruan tinggi keislaman yang terintegrasi dengan sistem pendidikan modern.
Biaya Terjangkau untuk Semua Kalangan
Sebagai pesantren rakyat, biaya pendidikan di Lirboyo tergolong sangat terjangkau.
Komponen biaya meliputi uang pangkal, administrasi, pembangunan, dan syahriyah (SPP).
Khusus untuk santri baru tahun ajaran 2025/2026, biaya masih relatif sama seperti tahun sebelumnya, disesuaikan dengan unit pendidikan dan tingkat kelas.
Dibanding lembaga lain, biaya di Lirboyo masih bersahabat bagi masyarakat menengah ke bawah.
Cara Daftar Jadi Santri Baru Lirboyo
Untuk menjadi bagian dari keluarga besar Lirboyo, calon santri bisa mendaftar secara online maupun offline.
-
Pendaftaran Online
-
Kunjungi situs resmi https://lirboyo.id/registrasi
-
Isi formulir lengkap dengan data NIK, KK, sekolah asal, dan data wali.
-
Cetak bukti pendaftaran, lalu bawa saat verifikasi di pondok pusat.
-
-
Pendaftaran Offline
-
Datang langsung ke kantor penerimaan santri baru (PSB) di Pesantren Lirboyo Kediri.
-
Lengkapi formulir manual dan lampirkan fotokopi dokumen pendukung.
-
Selain itu, beberapa cabang Lirboyo di luar Kediri juga membuka pendaftaran zonasi, seperti di Blitar, Demak, Majalengka, hingga Lampung.
Baca Juga: Resmi! Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo Miliki Rektor dan Dekan Baru, Ini Nama-Namanya
Lebih dari Sekadar Tempat Belajar
Pondok Pesantren Lirboyo kini bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tapi juga pusat peradaban Islam Nusantara.
Ribuan alumninya telah menjadi kiai, guru, pejabat publik, dan tokoh masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan sistem yang disiplin, tradisi pesantren yang kuat, dan semangat keilmuan yang tinggi, Lirboyo tetap menjadi mercusuar pendidikan Islam klasik di Indonesia modern. (*)
Editor : Ali Sodiqin