Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keren SMPN 3 Banyuwangi, Bakso Kesat dan Rujak Dulit, Jadi Inovasi Pelopor

Sigit Hariyadi • Rabu, 15 Oktober 2025 | 01:17 WIB
BERDAMPAK: Anggota PMR SMPN 3 Banyuwangi turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, dan sebagainya.
BERDAMPAK: Anggota PMR SMPN 3 Banyuwangi turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, dan sebagainya.

RADARBANYUWANGI.ID - Komitmen SMPN 3 Banyuwangi untuk terus berinovasi di bidang pendidikan kembali membuahkan hasil membanggakan. Dari sembilan inovasi unggulan sekolah yang berhasil masuk dalam Peraturan Bupati (Perbup) Banyuwangi Nomor 7 Tahun 2025 tentang Inovasi Daerah, dua program kembali mencuri perhatian karena dinilai unik, inspiratif, dan berdampak nyata bagi peserta didik serta masyarakat.

Dua inovasi tersebut adalah “Bakso Kesat” (Bakti Sosial Kesehatan Masyarakat) dan “Rujak Dulit” (Rumah Kerja Duta Literasi). Kedua inovasi ini menunjukkan wajah SMPN 3 Banyuwangi sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menumbuhkan karakter peduli, kreatif, dan berbudaya.

Melalui “Bakso Kesat” dan “Rujak Dulit”, semangat kolaborasi, kemanusiaan, dan literasi menjadi bagian dari napas keseharian seluruh warga sekolah. Sebelumnya ada inovasi “Gerak Si-Pikatan” dan “Laku Riko” yang punya andil besar mengantarkan SMPN 3 Banyuwangi meraih juara 1 GSS (Gerakan Sekolah Sehat) Kabupaten Banyuwangi.

Holilik, Kepala SMPN 3 Banyuwangi
Holilik, Kepala SMPN 3 Banyuwangi

Bakso Kesat, dari Kejenuhan Jadi Gerakan Kemanusiaan

Kepala SMPN 3 Banyuwangi Holilik menjelaskan bahwa inovasi “Bakso Kesat” lahir pada awal 2022 saat kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) mulai kehilangan semangat akibat kejenuhan pasca-pandemi. Melihat kondisi itu, pihak sekolah bersama fasilitator PMI Banyuwangi menggagas ide baru agar kegiatan PMR tak hanya bersifat latihan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui program ini, setiap bulan anggota PMR turun langsung ke lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, hingga cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan tersebut menumbuhkan empati serta semangat sosial siswa. Kini, Bakso Kesat telah berkembang menjadi bagian penting dari Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang memperkuat karakter peduli dan humanis di SMPN 3 Banyuwangi.

Rujak Dulit Hidupkan Budaya Baca

BUDAYA MEMBACA: Para siswa SMPN 3 Banyuwangi melakukan kegiatan membaca bersama menulis karya kreatif, serta menggelar Festival Produk Literasi melalui pogram Rujak Dulit.
BUDAYA MEMBACA: Para siswa SMPN 3 Banyuwangi melakukan kegiatan membaca bersama menulis karya kreatif, serta menggelar Festival Produk Literasi melalui pogram Rujak Dulit.

Selain di bidang kesehatan, SMPN 3 Banyuwangi juga berinovasi melalui program “Rujak Dulit” yang menjadi terobosan dalam menumbuhkan budaya baca dan menulis di era digital. Program ini melibatkan Duta Literasi (Dulit), yakni siswa terpilih yang menjadi penggerak kegiatan literasi di sekolah. Mereka mengadakan kegiatan membaca bersama, menulis karya kreatif, serta menggelar Festival Produk Literasi. Hasil karya siswa seperti cerpen, puisi, hingga poster digital dipublikasikan melalui Instapustaka, perpustakaan digital sekolah yang menjadi pusat literasi berbasis teknologi.

Dari inovasi tersebut lahir program turunan Dulit Sambel (Duta Literasi Semangat Berkarya dan Bereksplorasi) yang menekankan pembelajaran berbasis proyek serta kepemimpinan siswa. Gerakan literasi ini juga berkembang melalui tim jurnalistik sekolah LENTERA yang menerbitkan majalah digital bulanan SICAMBANG. Melalui berbagai wadah kreatif ini, budaya literasi di SMPN 3 Banyuwangi tumbuh semakin hidup, kontekstual, dan menyenangkan.

Sekolah Humanis dan Inovatif

Kehadiran dua inovasi unggulan Bakso Kesat dan Rujak Dulit semakin memperkuat jati diri SMPN 3 Banyuwangi sebagai sekolah yang humanis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Melalui inovasi yang berkelanjutan, SMPN 3 Banyuwangi menghadirkan pendidikan yang bermakna dan berkarakter. Sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana semangat kolaborasi dan kreativitas dapat melahirkan generasi cerdas, berbudaya, dan siap menghadapi masa depan, sejalan dengan visi daerah Banyuwangi Cerdas dan Inovatif,” pungkas Holilik. (sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#SMPN 3 Banyuwangi #inovasi #banyuwangi