RADARBANYUWANGI.ID – Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi mulai melakukan langkah strategis untuk menambah jumlah tenaga pengajar berstatus aparatur sipil negara (ASN) di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui perubahan status PAUD swasta menjadi negeri.
Sejauh ini jumlah tenaga pengajar ASN di lembaga pendidikan jenjang PAUD di Banyuwangi masih tergolong minim, yakni baru sekitar 300 orang.
Selain itu, PAUD yang berstatus negeri juga masih sangat terbatas, hanya ada dua lembaga yaitu TKN Pembina di Kecamatan Giri dan TKN Model di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) PAUD Putut mengatakan, keterbatasan jumlah tenaga pengajar ASN di tingkat PAUD salah satunya disebabkan oleh minimnya sekolah yang berstatus negeri.
“Tenaga pengajar ASN di PAUD Banyuwangi baru sekitar 300 orang karena memang jumlah PAUD negeri masih sangat sedikit,” ujarnya.
Putut menjelaskan, melalui kebijakan transformasi ini, Dispendik Banyuwangi berupaya memperluas ruang penempatan bagi guru ASN agar bisa mengajar di lembaga pendidikan yang dikelola pemkab.
“Kami mulai melakukan transformasi PAUD swasta menjadi negeri agar bisa menjadi “rumah” bagi para guru berstatus ASN,” jelasnya.
Lebih lanjut Putut menuturkan bahwa pihaknya menargetkan sedikitnya lima PAUD swasta akan beralih status menjadi negeri pada akhir tahun ini.
“Harapannya, ke depan setiap kecamatan di Banyuwangi memiliki setidaknya satu PAUD negeri,” harapnya.
Putut menambahkan, proses pengajuan perubahan status PAUD dari swasta ke negeri akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.
“Beberapa PAUD swasta sudah siap diajukan untuk dinegerikan dengan memenuhi beberapa syarat utama seperti memiliki lahan dan bangunan yang memenuhi standar,” tegasnya. (cw6-Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin