RADARBANYUWANGI.ID - Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Islam (Hijriah), yang datang setelah bulan Sya’ban dan sebelum bulan Syawal.
Pada bulan ini, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa sebagai salah satu rukun Islam.
Tak heran, menjelang akhir tahun, banyak orang mulai bertanya-tanya, “Kapan puasa Ramadan 2026 dimulai?”
Penetapan Awal Ramadan 1447 H oleh Muhammadiyah
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Muhammadiyah No. 01/MLM/1.1/B/2025 dan didasarkan pada hasil peninjauan ulang terhadap data astronomis global serta validasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Berdasarkan ketetapan tersebut, jika dihitung dari 9 Oktober 2025, maka puasa Ramadan 2026 akan dimulai dalam 132 hari lagi.
Artinya, umat Islam hanya tinggal menunggu sekitar empat bulan sebelum menyambut bulan suci penuh berkah itu.
Jadwal Puasa Ramadan 1447 H/2026 M (Versi Muhammadiyah)
Berikut adalah perkiraan jadwal puasa Ramadan 2026 menurut Muhammadiyah:
- 1 Ramadan 1447 H: Rabu, 18 Februari 2026
- 10 Ramadan 1447 H: Jumat, 27 Februari 2026
- 15 Ramadan 1447 H: Rabu, 4 Maret 2026
- 20 Ramadan 1447 H: Senin, 9 Maret 2026
- 25 Ramadan 1447 H: Sabtu, 14 Maret 2026
- 30 Ramadan 1447 H: Kamis, 19 Maret 2026
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) belum menetapkan secara resmi tanggal dimulainya puasa Ramadan 2026.
Penetapan versi pemerintah akan dilakukan melalui sidang isbat, sebagaimana tradisi tahunan untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
Menjelang Akhir Tahun 2025
Selain menantikan Ramadan, banyak juga yang tengah menghitung waktu menuju tahun baru.
Per 9 Oktober 2025, tersisa 83 hari lagi menuju 1 Januari 2026.
Dengan kata lain, waktu pergantian tahun semakin dekat, hanya sekitar dua bulan lebih sedikit lagi.
Tahun 2026 sendiri bukanlah tahun kabisat, sehingga Februari hanya memiliki 28 hari, dan total hari dalam setahun adalah 365 hari.
Tahun baru itu akan dimulai pada Kamis, 1 Januari 2026, dan berakhir pada Kamis juga di tanggal 31 Desember 2026, siklus yang cukup rapi dan menarik.
Fenomena dan Peristiwa Menarik Tahun 2026
Tahun 2026 diperkirakan akan menghadirkan sejumlah peristiwa penting, seperti kemungkinan gerhana matahari total di beberapa wilayah dunia.
Selain itu, berbagai negara sudah mulai bersiap untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.
Tak hanya itu, tahun tersebut juga akan menjadi momentum bagi berbagai kegiatan budaya, olahraga, dan festival internasional.
Dengan demikian, 2026 tampak akan menjadi tahun yang penuh dinamika, baik dalam konteks global maupun spiritual bagi umat Islam yang menyambut Ramadan di bulan Februari.
FAQ Seputar Puasa Ramadan 2026 (1447 H) dan Tahun Baru 2026
1. Kapan puasa Ramadan 2026 dimulai menurut Muhammadiyah?
Berdasarkan keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini tercantum dalam Maklumat Muhammadiyah No. 01/MLM/1.1/B/2025 dan disusun menggunakan data astronomis global serta Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
2. Berapa hari lagi menuju puasa Ramadan 2026?
Jika dihitung dari tanggal 8 Oktober 2025, maka puasa Ramadan 2026 tinggal 133 hari lagi.
Dengan kata lain, sekitar empat bulan tersisa sebelum umat Islam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
3. Apakah pemerintah sudah menetapkan tanggal awal Ramadan 2026?
Belum. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menentukan tanggal resmi awal Ramadan 2026 lewat sidang isbat, yang biasanya dilakukan menjelang akhir bulan Sya’ban.
Hasil sidang tersebut akan menjadi acuan resmi bagi pelaksanaan puasa di Indonesia.
4. Kapan 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh?
Berdasarkan perhitungan kalender Muhammadiyah, 30 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026, sehingga 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Namun, kepastian tanggal Idulfitri juga menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
5. Apakah tahun 2026 termasuk tahun kabisat?
Tidak. Tahun 2026 bukan tahun kabisat, sehingga bulan Februari hanya memiliki 28 hari.
Total jumlah hari dalam tahun 2026 adalah 365 hari.
6. Hari apa tanggal 1 Januari 2026 jatuh?
Tanggal 1 Januari 2026 jatuh pada hari Kamis, dan menariknya, tahun ini juga akan berakhir pada Kamis, 31 Desember 2026.
Siklus tersebut membuat tahun 2026 dimulai dan ditutup di hari yang sama.
7. Apa saja fenomena menarik yang akan terjadi pada tahun 2026?
Beberapa fenomena yang diperkirakan terjadi antara lain gerhana matahari total di sejumlah wilayah dunia, serta berbagai event besar internasional, termasuk Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Tahun ini juga akan menjadi momentum banyak negara untuk menggelar kegiatan budaya dan olahraga global.
8. Mengapa Ramadan 2026 jatuh pada Februari?
Kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (bulan), bukan solar (matahari) seperti kalender Masehi.
Karena perbedaan sistem ini, tanggal-tanggal dalam kalender Islam maju sekitar 10–11 hari setiap tahun.
Itulah sebabnya Ramadan 2026 jatuh pada bulan Februari, bukan April seperti tahun-tahun sebelumnya.
9. Bagaimana cara mempersiapkan diri menyambut Ramadan 2026 dan tahun baru 2026?
Gunakan waktu tersisa untuk mengevaluasi diri, menyusun rencana ibadah Ramadan, dan menyiapkan resolusi tahun baru.
Selain itu, penting juga untuk menata keuangan, merencanakan kegiatan sosial, serta mempersiapkan fisik dan mental agar dapat menjalani bulan suci dengan optimal.
10. Kapan waktu yang tepat mulai mempersiapkan kebutuhan Ramadan?
Idealnya, persiapan dilakukan sejak tiga hingga empat bulan sebelumnya, tepat di periode akhir tahun seperti sekarang.
Dengan begitu, umat Islam bisa lebih tenang menyambut Ramadan tanpa terburu-buru menjelang pertengahan Februari 2026.
Editor : Lugas Rumpakaadi