RADARBANYUWANGI.ID - Ujian Nasional (UN) resmi digantikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai evaluasi baru capaian siswa.
Berbeda dengan UN, TKA bersifat sukarela dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan bagi peserta didik.
Baca Juga: Yuki Tsunoda Akui Start Terburuk di F1 GP Singapura 2025, Hanya Bisa Finis P12
Tujuan utama TKA adalah memetakan capaian akademik siswa sekaligus membantu sekolah memperbaiki kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, hasil TKA bukan penentu kelulusan, melainkan alat evaluasi yang lebih adil dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Menurut Kemendikdasmen, sebanyak 3,5 juta siswa telah mendaftar untuk mengikuti TKA perdana.
Baca Juga: Max Verstappen Gagal Menang di F1 Singapura, Tapi Red Bull Semakin Dekat ke Puncak Klasemen
Ujian akan berlangsung pada November 2025 khusus untuk jenjang SMA/SMK/sederajat.
Pelaksanaan TKA dibagi menjadi tiga gelombang:
-
Gelombang I: 3–4 November 2025
-
Gelombang II: 5–6 November 2025
-
Gelombang III: 8–9 November 2025
Setiap gelombang digelar selama dua hari dengan pembagian mata pelajaran:
-
Hari Pertama: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris
-
Hari Kedua: Mata pelajaran pilihan
Baca Juga: Tak Sempat Daftar Online? Warga Bisa Antre OTS Dapat Sembako Murah Pasar Jaya, Kuota Terbatas!
Adapun daftar mata pelajaran pilihan cukup beragam, mulai dari Matematika lanjutan, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, hingga bahasa asing seperti Arab, Jepang, Korea, Mandarin, hingga Jerman, Prancis, dan lain-lain.
Selain itu, ada juga mata pelajaran berbasis keterampilan seperti Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan.
Kemendikdasmen menegaskan, TKA merupakan bentuk penyegaran sistem pendidikan nasional.
“TKA tidak lagi menakutkan seperti Ujian Nasional. Justru ini kesempatan siswa mengukur kemampuan dan sekolah mengevaluasi pembelajaran,” tegas pihak Kemendikdasmen. (*)
Editor : Ali Sodiqin