RADARBANYUWANGI.ID - Pembangunan penambahan gedung baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Banyuwangi terus dikebut.
Proyek yang dimulai sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 14 Juli lalu itu ditargetkan rampung pada 23 Desember mendatang. Hingga Senin (7/10), progres pembangunan telah mencapai lebih dari 50 persen.
Penambahan bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 1.990 meter persegi dengan pengerjaan 163 hari kalender, yang sebelumnya merupakan bekas bangunan SDN 3 Penganjuran yang sudah tidak beroperasi. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 9.569.449.845.
Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dispusip Banyuwangi Hendra Eko Saputro mengatakan, rencana pembangunan gedung tambahan ini sudah diajukan ke pemerintah pusat sejak tahun 2023, namun baru disetujui pada 2024.
“Pelaksanaan pembangunannya untuk gedung Dispusip Banyuwangi sudah dimulai pada 14 Juli lau. Saat ini sudah berjalan lancar dan kami targetkan selesai sesuai jadwal,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, gedung baru tersebut nantinya akan difungsikan sebagai gedung layanan perpustakaan utama, menggantikan bangunan lama Dispusip Banyuwangi yang dinilai sudah tidak memenuhi standar pelayanan.
“Gedung baru ini nantinya akan digunakan untuk layanan perpustakaan, sedangkan gedung lama akan difungsikan sebagai ruang kerja pegawai Dispusip Banyuwangi,” terangnya.
Menurut Hendra, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya Dispusip Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas layanan publik untuk masyarakat, khususnya di bidang literasi.
Dengan adanya gedung perpustakaan baru yang lebih modern, representatif, dan multifungsi, pemerintah daerah akan mampu memberikan pelayanan publik yang lebih optimal.
”Gedung ini akan menjadi pusat literasi daerah yang mengintegrasikan teknologi digital, ruang baca interaktif, ruang diskusi komunitas, pelatihan keterampilan, serta galeri konten lokal,” jelasnya.
Lebih lanjut Hendra menambahkan, meningkatnya minat masyarakat Banyuwangi terhadap kegiatan literasi menjadi salah satu alasan kuat dibangunnya tambahan gedung Dispusip dengan fasilitas baru.
Data dan tren menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Banyuwangi terus meningkat, namun sarana yang ada belum sepenuhnya memadai.
”Gedung baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan indeks literasi masyarakat dan mendorong terwujudnya masyarakat Banyuwangi yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin