RADARBANYUWANGI.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pesantren asal Situbondo.
Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo berhasil meraih Juara 1 kategori Debat Qonun pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025 yang digelar di Pesantren As’adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Tiga santri andalan Ma’had Aly, yakni Ghufron, Farhan, dan Gus Iklil Muhyiddin Khotib, sukses menyingkirkan para pesaing dari berbagai negara dengan argumentasi tajam, penguasaan kitab kuning yang mendalam, serta kemampuan debat yang elegan.
Baca Juga: Resmi! Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo Miliki Rektor dan Dekan Baru, Ini Nama-Namanya
Dikutip dari laman kemenag.go.id MQK Nasional ke-8 sekaligus MQK Internasional pertama ini diikuti ribuan santri dari seluruh Indonesia dan delegasi mancanegara.
Perlombaan mencakup tiga cabang utama: Qira’atil Mutun, Hifzhil Mutun, dan Debat.
Selain itu, untuk kategori Ma’had Aly terdapat empat cabang: Debat Qanun, Bahtsul Kutub, Risalah Ilmiyyah, dan Tarkib Digital.
Dalam pengumuman resmi, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo dinobatkan sebagai juara umum kategori Ma’had Aly, mengungguli Ma’had Aly Lirboyo dan Ma’had Aly As’adiyah.
Pencapaian ini menegaskan reputasi Situbondo sebagai salah satu pusat kajian kitab kuning terkuat di Indonesia.
Baca Juga: Cara Daftar Santri Baru Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyebut MQK 2025 sebagai tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya digelar bersamaan dengan level internasional.
“Ini adalah bukti pesantren Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Pesantren bukan hanya penjaga tradisi, tapi juga motor peradaban dunia,” tegasnya.
Ajang ini juga menobatkan Jawa Tengah sebagai juara umum kafilah provinsi dengan 24 medali, disusul Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan provinsi lain.
Namun, sorotan utama jatuh pada Situbondo yang sukses mengangkat nama pesantren Indonesia di kancah internasional.
Dengan prestasi ini, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo semakin memperkokoh perannya sebagai pesantren rujukan dalam kajian fiqh, ushul fiqh, serta penguasaan kitab turats.
"Harapanya, kemenangan ini bukan akhir bagi para pemenang, tapi awal untuk terus menjaga tradisi ilmiah pesantren agar tetap relevan di era modern," kata Basnang Said.
Dalam MQK Nasional 2025 ada tiga cabang perlombaan, baik tingkat dasar (Ula), menengah (Wustha), maupun tinggi (Ulya), yaitu:
A. Cabang Qira’atil Mutun
1. Marhalah Ula (Dasar): Fiqh dan Nahwu.
2. Marhalah Wustha (Menengah): Fiqh/Ushul Fiqh, Tafsir, Hadits, dan Akhlak.
3. Marhalah Ulya (Tinggi): Fiqh/Ushul Fiqh, Tafsir/Ilmu Tafsir, Hadits/Ilmu Hadits, Akhlaq, Tauhid, dan Tarikh.
B. Cabang Hifzhil Mutun
1. Marhalah Wustha (Menengah): Nahwu.
2. Marhalah Ulya (Tinggi): Nahwu.
C. Cabang Debat
1. Debat Bahasa Arab (Putra & Putri).
2. Debat Bahasa Inggris (Putra & Putri).
Untuk kategori pesantren terbaik, terpilih 10 pondok pesantren berikut:
1. Al Anwar Jawa Tengah
2. Darul Falah Jawa Tengah
3. Yayasan Ali Maksum D.I. Yogyakarta
4. Darussalam Jawa Timur
5. Fadlun Minalloh D.I. Yogyakarta
6. Al Hikmah 2 Jawa Tengah
7. Musthafawiyah Sumatera Utara
8. Nurul Hidayah Al-Khodijiyyah Jawa Barat
9. PDF Ulya Fadlun Minalloh D.I. Yogyakarta
10. Darussalim Kalimantan Selatan.
Baca Juga: iPhone 17 Pro Max dan iPhone Air Siap Hadir di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasinya
Kafilah Jawa Tengah tampil dominan dalam Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional ke-8.
Mereka memborong medali terbanyak, unggul dari provinsi lain dalam ajang yang digelar Kementerian Agama tersebut.
Total ada 24 medali yang berhasil dibawa pulang kafilah Jateng. Rinciannya, 10 medali Juara 1, enam medali Juara 2, lima medali Juara 3, serta dua Harapan I dan satu Harapan II.
Capaian itu menempatkan Jawa Tengah sebagai juara umum dalam kompetisi penguasaan Kitab Kuning kali ini.
Baca Juga: Panduan Lengkap Gaji Pensiunan PNS 2025 dan Cara Memeriksa Cairnya
Di posisi berikutnya ada kafilah Jawa Timur, disusul DI Yogyakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh, dan Kalimantan Selatan.
Selain kategori umum, MQK juga menghadirkan cabang khusus Ma’had Aly.
Ada empat jenis lomba: Debat Qanun, Bahtsul Kutub (Putra & Putri), Risalah Ilmiyyah (Putra & Putri), serta Tarkib Digital (Putra).
Baca Juga: OpenAI Luncurkan Apps SDK: Figma, Spotify, hingga Coursera Kini Terhubung ke ChatGPT
Di kategori ini, Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo keluar sebagai juara umum. Disusul Ma’had Aly Lirboyo di peringkat kedua dan Ma’had Aly As’adiyah di posisi ketiga.
Tak hanya itu, panitia juga menggelar eksebisi Lalaran Alfiyyah Ibn Malik tingkat Ulya yang menambah semarak perhelatan.
Seluruh juara memperoleh medali, plakat, dan uang pembinaan.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para santri dan mahasiswa dalam mendalami ilmu-ilmu agama Islam melalui khazanah Kitab Kuning. (*)
Editor : Ali Sodiqin