RADARBANYUWANGI.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan pesat.
Sejak bergulir sejak Februari lalu, dimulai dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pertama di Kecamatan Rogojampi, kini dalam kurun waktu sembilan bulan sudah berdiri 31 dapur SPPG yang aktif menyalurkan makanan bergizi ke berbagai sekolah di seluruh Bumi Blambangan.
Program yang digagas Presiden Prabowo ini menjadi angin segar bagi ribuan siswa di Banyuwangi.
Mereka kini dapat menikmati makanan bergizi setiap hari di sekolah, tanpa harus khawatir soal biaya atau keamanan pangan.
Informasi terbaru, dapur SPPG yang berada di Kelurahan Sumberejo resmi beroperasi dan untuk pertama kalinya menyalurkan porsi makanan MBG ke SMPN 1 Banyuwangi, kemarin (6/10).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi terhadap komitmen para pengelola dapur dan seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kualitas makanan MBG.
Hal itu ia sampaikan saat membuka pelatihan keamanan pangan siap saji bagi penjamah program MBG yang digelar di Hotel Tanjung Asri, Sabtu (4/10).
“Tentu Presiden Prabowo sudah membuat program ini dengan tujuan yang baik. Namun agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, pelatihan ini menjadi kunci keberhasilan dan cara menghindari kelalaian,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pihaknya turut aktif mendukung pelaksanaan program MBG dengan memberikan pelatihan bagi setiap dapur SPPG di Banyuwangi.
“Kami lakukan pelatihan keamanan pangan di setiap dapur SPPG agar para pengelola mendapatkan pengetahuan dan sertifikat SLHS (Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi). Hal ini penting untuk mencegah risiko keracunan makanan,” ujarnya.
Amir berharap, ke depan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga membantu menurunkan angka stunting di Banyuwangi.
“Harapan kami, program MBG ini dapat berkontribusi nyata dalam memperbaiki status gizi anak-anak dan menekan angka stunting yang ada di Banyuwangi,” tambahnya.
Kepala dapur SPPG Kelurahan Pakis Dafi Azka mengatakan, program MBG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi siswa.
“Dengan adanya MBG ini kami berharap dapat mewujudkan generasi yang sehat. Ke depan jumlah porsi yang dialokasikan akan terus bertambah secara bertahap dengan target 3.000 porsi,” ujarnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin