Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mensos Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat 46 Muncar, Janji Pendidikan Lebih Baik bagi Anak Kurang Mampu

Zamrozi Wahyu • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 16:20 WIB
Saifullah Yusuf (rompi merah) didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog dengan salah satu wali murid SRT 46 Muncar.
Saifullah Yusuf (rompi merah) didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog dengan salah satu wali murid SRT 46 Muncar.

RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Sosial (Mensos) RI, Syaifullah Yusuf, melanjutkan kunjungannya di Banyuwangi dengan mendatangi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 46 Muncar, Jumat (3/10) pagi.

Kunjungan Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu bertujuan untuk melihat langsung proses pembelajaran di sekolah yang baru tiga hari berjalan sejak diresmikan pada Selasa (30/9) di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos Gus Ipul didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Rombongan disambut hangat oleh 73 siswa SRT 46 bersama orang tua mereka.

“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan lingkungan yang baik dalam mendukung pendidikan. Mereka bisa fokus belajar tanpa harus memikirkan masalah ekonomi dan beban lainnya,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, ada lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia yang belum mengenyam pendidikan.

Sebagian di antaranya tidak bisa sekolah, belum sekolah, hingga putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Sekolah rakyat ini menjadi jawaban atas masalah akses pendidikan bagi warga kurang mampu. Harapan Bapak Presiden dan kita semua, pendidikan yang baik akan membuka masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Gus Ipul, di Banyuwangi telah berdiri dua Sekolah Rakyat yang aktif, sementara di seluruh Indonesia sudah ada lebih dari 160 titik SR yang beroperasi. Total siswanya mencapai sekitar 1.600 anak dari berbagai daerah.

“Sekolah ini berbasis asrama agar anak-anak bisa fokus belajar, terlindungi dari hal-hal negatif, dan tetap memiliki kesempatan dikunjungi orang tua yang merindukan,” katanya.

Salah satu orang tua siswa, Komariyah, mengaku bahagia dan terharu setelah mendengar penjelasan Gus Ipul.

Ia merasa lega karena putrinya yang kini menempuh pendidikan di jenjang SMA mendapat kesempatan lebih baik.

“Saya janda, selama ini menghidupi keluarga dengan jualan sayur mayur. Alhamdulillah, lega anak saya bisa masuk Sekolah Rakyat. Semoga dengan ilmu yang didapat, anak saya bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dari saya,” ujarnya haru.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, Pemkab Banyuwangi berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan Sekolah Rakyat.

Salah satunya dengan menyiapkan lahan seluas enam hingga tujuh hektare untuk pembangunan sekolah rakyat permanen yang akan dimulai tahun ini.

“Kami sudah daftarkan ke Kemensos RI, rencananya dibangun di Kecamatan Muncar menggunakan lahan milik pemerintah daerah. Insya Allah nanti akan kita hibahkan untuk Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Editor : Agung Sedana
#Sekolah Rakyat #sr #banyuwangi #muncar