RADARBANYUWANGI.ID - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 46 Muncar yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, hingga kini masih belum memenuhi kuota siswa, terutama di jenjang SMA.
Padahal, sekolah yang baru dibuka tiga hari lalu ini diharapkan bisa menampung 100 siswa dari dua jenjang pendidikan, SD dan SMA.
Kepala SRT 46 Muncar, Winarno, mengatakan total siswa saat ini baru mencapai 73 anak.
Kuota untuk SD sudah penuh, yakni 50 siswa. Namun untuk jenjang SMA masih terdapat kekurangan.
“Siswa SMA baru 23 orang, masih kurang 27 siswa agar kuota terpenuhi,” jelasnya.
Ia memastikan kekurangan kuota tersebut akan tetap diupayakan terpenuhi. Sesuai kapasitas, SRT 46 Muncar menampung 50 siswa SD dan 50 siswa SMA.
“Kedepannya, kuota ini harus terpenuhi agar program bisa berjalan maksimal,” ujarnya.
Winarno menambahkan, pendaftaran siswa tidak dilakukan langsung melalui sekolah. Calon peserta terlebih dahulu diseleksi oleh petugas Program Keluarga Harapan (PKH) di tingkat kecamatan.
“Seleksi ini dilakukan agar penerima program tepat sasaran,” ungkapnya.
Program sekolah rakyat merupakan kebijakan pemerintah pusat sehingga pesertanya tidak hanya berasal dari Banyuwangi. Bahkan, salah satu siswa di SRT 46 Muncar datang dari Kalimantan.
“Jadi bukan hanya dari Banyuwangi, tapi bisa dari seluruh Indonesia,” terangnya.
Untuk pembagian jenjang, anak usia tujuh tahun akan ditempatkan di kelas satu SD, sedangkan anak usia 15 tahun dimasukkan ke kelas 11 SMA.
Saat ini, jenjang SD tersedia dari kelas 1 sampai 6, dan SMA dari kelas 11 hingga 12.
“Selain mendidik siswa, orang tua mereka juga ikut diberdayakan lewat program pembinaan UMKM,” tandas Winarno.
Editor : Agung Sedana