Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dari Kelas ke Sungai, Siswa Glenmore Ikut Program Sekardadu Banyuwangi

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:23 WIB
Para siswa membantu petugas Korsda Glenmore bersih-bersih saluran di Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Kamis (2/10).
Para siswa membantu petugas Korsda Glenmore bersih-bersih saluran di Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Kamis (2/10).

RADARBANYUWANGI.ID - Program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digagas Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan terus berjalan.

Kali ini, kegiatan yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat, khususnya siswa agar lebih peduli terhadap sungai itu, dipusatkan di wilayah Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Rabu (2/10).

Monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus pemaparan materi Program Sekardadu dilakukan demi suksesnya aplikasi Banyuwangi Rebound.

“Kali ini sosialisasi ke siswa soal Sekardadu dibantu Stikes Rustida Glenmore,” kata Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Glenmore, Bambang Sutejo.

Menurut Bambang, ada sembilan sekolah dasar yang ikut dalam kegiatan ini, yakni SDN 1 Sepanjang, SDN 2 Sepanjang, SDN 3 Sepanjang, SDN 4 Sepanjang, MI Islamiyah Glenmore, MI Al Maulana, SDN 1 Karangharjo, SDN 11 Karangharjo, dan SDN 8 Tulungrejo.

“Pemateri dari Rustida menjelaskan tujuan serta apa yang harus dilakukan siswa dalam Program Sekardadu. Para siswa dari sembilan sekolah juga diajak praktik langsung di tiga saluran air,” jelasnya.

Di lokasi Dam Manggis, siswa diajak turun langsung melakukan clean up daerah aliran sungai (DAS). Pemkab Banyuwangi berharap kebiasaan yang ditanamkan melalui Program Sekardadu bisa ditularkan lebih luas oleh siswa.

“Siswa sangat semangat dan menyambut positif kegiatan ini,” terangnya.

Sekardadu di Glenmore.
Sekardadu di Glenmore.

Selain bersih-bersih saluran air, siswa juga melakukan penanaman bibit pohon pucuk merah di sekitar saluran.

“Itu juga termasuk menjaga lingkungan agar tetap asri dan terjaga,” tambahnya.

Menurut Bambang, saluran yang dikunjungi para siswa itu selama ini kerap menjadi lokasi pembuangan sampah kiriman. Namun, petugas pengairan selalu sigap melakukan perawatan dan pembersihan.

“Setidaknya siswa diberi pengarahan agar tidak membuang sampah ke sungai,” tandasnya.

Srianingsih, dosen Stikes Rustida yang menjadi pemateri, menuturkan siswa perlu mendapat pemahaman soal pentingnya saluran air dalam kehidupan sehari-hari.

“Materi yang diberikan mulai cara merawat daerah aliran sungai, mengenali sumber air yang tercemar, hingga dampak positif dan negatif sungai,” ujarnya.

Editor : Agung Sedana
#sekardadu #glenmore #banyuwangi