RADARBANYUWANGI.ID - Program Sekolah Rakyat (SR) Terintegritas 46 yang berada di Dusun Krajan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar resmi dibuka, kemarin (30/9).
Program andalan Presiden Prabowo Subianto ini, dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Dalam launching SR itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meresmikan dengan pembacaan basmalah, dan menyerahkan kartu pelajar SR ke perwakilan siswa.
“Bismillahirahim, Sekolah Rakyat Intergrasi 46 Muncar, Banyuwangi, saya nyatakan dimulai,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Ipuk menympaikan, di SR Muncar ini tidak diperbolehkan diskriminilasi terhadap siswa. Semua harus bisa mewujudkan lingkungan aman dan nyaman.
Semua ini, menjadi tugas untuk guru dan pendamping siswa. “Dalam sekolah ini, tugas guru, pendamping, dan wali asuh mewujudkan karakter, sifat, dan memotivasi agar bisa mewujudkan cita-cita,” ujarnya.
Bupati Ipuk berharap, dukungan dari orang tua juga harus menyertai, seperti mendoakan dan memantau. Sebab tanggung jawabnya tidak boleh dilepaskan. Untuk para siswa, diharapkan tidak terpaksa belajar di sekolah ini.
“Sekolah ini program untuk mewujudkan cita-cita dan menjadi anak-anak hebat,” katanya.
Kepala SR Terintregras 46 Muncar, Winarno mengatakan, di sekolah yang terletak di BPVP Banyuwangi ini terdiri dua sekolah, SD dan SMA. Untuk mengelola, ada 34 petugas yang meliputi guru, wali asuh, satpam, dan wali asrama.
“Untuk pembelajarannya dan tempat tinggal di salah satu gedung BPVP Muncar,” katanya.
Untuk siswa SD di SR Muncar, kata dia, ada 50 siswa yang sudah siap, dan akan memulai perkenalan pada hari ini (1/10). Sedangkan untuk siswa SMA, lanjut dia, ada 23 siswa.
“Untuk yang SMA kedepannya akan nambah siswa lagi,” ungkapnya.
Untuk diketahui, gedung SR di Kecamatan Muncar, memiliki luas sekitar 2.500 meter persegi. Bangunan itu, berbentuk L dengan tiga lantai.
“Saat ini proses renovasinya sudah selesai, tinggal bersih-bersih bekas renovasi dan akan sudah menunggu louncingnya,” katanya.
Dari tiga lantai itu, kata dia, lantai tiga berisi 12 kamar yang khusus akan digunakan oleh pamong siswa SR. Untuk lantai dua, diisi asrama siswa yang terdiri 50 kamar dan satu dapur umum.
“50 kamar itu, 25 untuk laki-laki dan 25 untuk perempuan, satu kamar akan diisi dua anak,” katanya.
Sedangkan lantai satu, lanjut dia, diisi empat ruang kelas, perpustakanaan, laboratorium komputer dan laboratorium biologi. Juga ada ruang guru dan ruang usaha kesehatan sekolah (UKS). “Juga akan ada ruang kepala sekolah di lantai satu,” ujarnya.
Editor : Agung Sedana