Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Cegah Perundungan Sejak Usia Dini, Dispendik Fasilitasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Bagi 400 PAUD

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 30 September 2025 | 22:10 WIB
ANTISIPASI PERUNDUNGAN: Ratusan Guru PAUD menyimak materi pencegahan pedundungan dari psikolog RSUD Blambangan Betty Kumala F di aula Kantor Dispendik Banyuwangi Selasa (30/9).
ANTISIPASI PERUNDUNGAN: Ratusan Guru PAUD menyimak materi pencegahan pedundungan dari psikolog RSUD Blambangan Betty Kumala F di aula Kantor Dispendik Banyuwangi Selasa (30/9).

RADARBANYUWANGI.ID - Untuk mencegah aksi perundungan (bullying) sejak usia dini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi menggelar acara fasilitasi pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 400 perwakilan tenaga pendidik dari seluruh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Banyuwangi.

Fasilitasi pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan tersebut digelar di aula Kantor Dispendik Banyuwangi sejak Senin (29/9) hingga Selasa (30/9). Selama kegiatan, para guru mendapatkan materi mengenai pencegahan bullying di jenjang PAUD. Nantinya, seluruh peserta diwajibkan menyosialisasikan ilmu yang diperoleh kepada siswa serta wali murid di sekolah masing-masing.

Sejumlah narasumber kompeten dihadirkan pada kegiatan tersebut untuk memberikan materi pencegahan perundungan. Di antaranya perwakilan Polresta Banyuwangi, Dewan Pendidikan, hingga psikolog dari RSUD Blambangan.

Kepala Dispendik Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) PAUD Putut menjelaskan bahwa penanganan bullying di jenjang PAUD berbeda dengan jenjang SD, SMP maupun SMA. Butuh pendekatan khusus mengingat usia anak-anak masih tergolong usia dini.

“Kegiatan ini diikuti oleh guru perwakilan dari 400 lembaga PAUD yang tersebar di 25 kecamatan seluruh Banyuwangi. Lembaga tersebut meliputi Taman Penitipan Anak (TPA), Kelompok Bermain (KB), Satuan PAUD Sejenis (SPS), dan Taman Kanak-Kanak (TK),” jelas Putut.

Menurutnya, materi yang diberikan bukan hanya sebatas teori, tetapi juga simulasi pencegahan agar guru benar-benar bisa menerapkannya di lembaganya masing-masing. “Guru harus mampu menghadirkan suasana penuh kasih sayang, rasa aman, dan nyaman bagi anak-anak. Karena setiap jenjang memiliki pola penanganan bullying tersendiri, khususnya di PAUD yang memang diisi anak-anak usia dini,” imbuhnya.

Dengan adanya fasilitasi ini, Putut berharap upaya pencegahan dan penanganan perundungan di satuan PAUD bisa semakin optimal sekaligus menekan potensi terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan sejak usia dini.

Salah satu narasumber, psikolog RSUD Blambangan Betty Kumala F menambahkan, masalah anak saat ini, khususnya di tingkat PAUD tidak hanya soal bullying. “Permasalahan anak sekarang semakin kompleks, mulai kekerasan hingga kecanduan gadget. Ini juga harus menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Seger Purbowo, Kepala TK Dharma Wanita 31 Kecamatan Srono, yang turut mengikuti kegiatan tersebut mengaku siap menindaklanjuti materi yang diperoleh. “Nantinya saya akan menyampaikan materi yang sudah diberikan kepada guru, siswa, hingga wali murid di sekolah. Penerapan pencegahan bullying yang harus dijalankan bersama-sama,” pungkasnya. (cw6/sgt)

Editor : Sigit Hariyadi
#Dispendik banyuwangi #perundungan #bullying #paud #banyuwangi