BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi bekerja sama dengan Tim Kardiovaskuler RSUD Blambangan atau LAROS (Lare Kardiovaskuler) memperingati Hari Jantung Sedunia dengan mengangkat tema “Don’t Miss a Beat” pada Jumat (26/9). Acara berlangsung meriah melalui senam sehat, talk show, hingga sesi edukatif Basic Life Support (BLS) Training yang memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa atau peserta lainnya tentang teknik resusitasi jantung paru.
“Peringatan Hari Jantung Sedunia ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen penting untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung, karena satu denyutan nadi itu berharga” ujar dr Nelly Mulyaningsih, SpJP(K), FIHA, Ketua KSM Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Blambangan.
Sehari setelahnya, Stikes Banyuwangi kembali menjadi pusat perhatian dengan menjadi tuan rumah Jambore Bina Gizi. Jambore berlangsung pada 27-28 September di Bumi Perkemahan Stikes Banyuwangi. Sebanyak 250 Pramuka Penggalang SMP/MTs se-Kwartir Cabang Banyuwangi hadir dalam jambore yang mengusung tema “Pramuka Penggalang, Siaga Gizi, Siap Cegah Stunting” tersebut.
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Dinkes) Banyuwangi, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), , Ketua Majelis Pembimbing Saka Bhakti Husada, serta Ketua Mabigus Stikes Banyuwangi. Hadir pula Wakil Bupati (Wabup) Mujiono yang juga Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banyuwangi.
Wabup Mujiono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Jambore Bina Gizi tersebut. “Jambore ini luar biasa karena bisa langsung diimplementasikan dan memberi dampak nyata untuk mendukung penurunan angka stunting di Banyuwangi. Pramuka harus menjadi agen perubahan, menjaga kesehatan diri, serta menularkan kesadaran pentingnya gizi seimbang,” ujarnya.
Ketua Stikes Banyuwangi Dr H Soekardjo menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut adalah bukti komitmen Stikes Banyuwangi untuk hadir di tengah masyarakat. “Melalui Hari Jantung Sedunia dan Jambore Bina Gizi, Stikes Banyuwangi membuktikan diri bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga mitra aktif dalam upaya peningkatan kesehatan, baik lokal maupun global, termasuk stunting,” tegasnya. (sgt)
Editor : Sigit Hariyadi