RADARBANYUWANGI.ID – Di titik paling dalam, Sabdatama dapat dipahami sebagai simbol jati diri Jogja.
Baik dalam bentuk karya sastra, pidato Sultan, maupun lagu Jogja Hip Hop Foundation, Sabdatama selalu membawa pesan yang sama, menjaga tradisi, melawan ketidakadilan, dan meneguhkan identitas.
Jogja Hip Hop Foundation memilih kata ini sebagai judul lagu bukan tanpa alasan.
Mereka ingin menegaskan bahwa meski musik rap lahir jauh dari Jawa, nilai-nilainya bisa bersatu dengan filosofi lokal.
Perpaduan itu justru melahirkan warna baru: musik global yang tetap berpijak pada akar budaya.
Bagi generasi muda, “Sabdatama” menjadi lebih dari sekadar hiburan. Lagu ini adalah ajakan untuk bangga dengan jati diri, sekaligus pengingat bahwa budaya adalah kekuatan.
Dalam setiap liriknya, terselip pesan bahwa menjadi orang Jogja berarti siap merangkul perubahan tanpa kehilangan akar.
Sementara bagi masyarakat luas, Sabdatama adalah jendela untuk memahami Jogja lebih dalam.
Kota ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi ruang hidup di mana tradisi dan modernitas saling berdialog.
Melalui Sabdatama, Jogja berbicara kepada dunia: mereka tetap setia pada nilai leluhur, namun terbuka pada perubahan global.
Dengan demikian, Sabdatama tidak lagi hanya milik panggung musik atau keraton, tetapi milik semua orang yang mencintai Jogja.
Ia adalah suara hati kolektif, yang menyatukan rakyatnya dalam kebanggaan dan perjuangan.
Dan seperti lava Merapi yang terus mengalir, Sabdatama akan selalu menjadi energi yang menjaga Jogja tetap teguh berdiri. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin