Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bangga! 2 SMA di Banyuwangi Jadi Percontohan Sekolah Digital Jawa Timur

Ali Sodiqin • Rabu, 10 September 2025 | 17:15 WIB

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menyerahkan bantuan kepada siswa afirmasi.
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menyerahkan bantuan kepada siswa afirmasi.

RADARBANYUWANGI.ID - Dunia pendidikan Banyuwangi kembali mencatat prestasi membanggakan.

Dua sekolah menengah atas (SMA) di Bumi Blambangan resmi ditunjuk sebagai pilot project program Sekolah Digital yang digagas Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur.

Kedua sekolah itu adalah SMAN 1 Glagah dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi.

Penunjukan ini menegaskan bahwa Banyuwangi siap menjawab tantangan era digital sekaligus menjadi pionir dalam penerapan teknologi di dunia pendidikan.

Baca Juga: Unggahan Kontroversial Anak Menkeu Baru Yudo Sadewa Viral di Threads

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, Sekolah Digital bukan sekadar penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga strategi untuk meringankan beban guru yang jumlahnya semakin berkurang setiap tahun karena pensiun.

“Konsep sekolah digital tidak berarti semua serba digital. Pemanfaatannya justru untuk meningkatkan kompetensi. Misalnya absensi siswa otomatis lewat kamera, hingga aktivitas guru bisa terpantau melalui sistem berwarna,” ungkap Aries, Rabu (3/9).

Lebih jauh, kecerdasan buatan (AI) juga akan dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran.

AI diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.

Baca Juga: Bikin Hidup Makin Gampang! Inilah Manfaat Google Gemini AI yang Wajib Kamu Coba Sehari-hari

Meski begitu, literasi manual tetap dijaga. Murid tetap menulis tangan, lalu hasilnya dipindai untuk diunggah ke sistem sebagai bahan diskusi.

Pemerintah pun menyiapkan Learning Management System (LMS) dengan platform moodle sebagai pusat pembelajaran digital.

Guru-guru pilot project, termasuk yang di Banyuwangi, sudah mendapat pelatihan membuat soal, mengisi konten, hingga memanfaatkan fitur penilaian.

Kabid SMA Dindik Jatim Suhartatik menambahkan, implementasi Sekolah Digital berlangsung dalam empat tahap: digitalisasi pembelajaran, digitalisasi sistem penilaian, pelayanan berbasis digital seperti e-presensi dan perpustakaan, serta komunikasi digital antara guru, murid, dan orang tua.

Baca Juga: Siswa SDN 4 Grajagan Bareng PU Pengairan Korsda Tegaldlimo Bersihkan Sampah Sungai dan Tanam Bunga

“Sekarang baru 13 sekolah di Jatim yang jadi percontohan. Jika berhasil, akan kami kembangkan ke sekolah lain, termasuk di Banyuwangi,” kata Aries.

Dengan penunjukan ini, SMAN 1 Glagah dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara Banyuwangi diharapkan mampu menjadi motor perubahan.

Kehadirannya bukan hanya membawa harum nama Banyuwangi, tapi juga jadi model pendidikan masa depan di Jawa Timur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#sman 1 glagah #Sekolah Digital #sman 2 taruna bhayangkara #jawa timur #banyuwangi #pilot project