RADARBANYUWANGI.ID - Institut Seni Indonesia (ISI) di Banyuwangi resmi beroperasi. Perkuliahan perdana digelar pada Selasa (2/9).
Kehadiran kampus seni ini semakin melengkapi infrastruktur pendidikan tinggi di kabupaten the Sunrise of Java.
Sebelumnya di Banyuwangi telah ada sejumlah kampus negeri yakni Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga, Politeknik Negeri Banyuwangi, Akademi Penerbang Indonesia (API).
Tidak hanya itu, sejumlah kampus swasta juga tak kalah mewarnai dunia pendidikan tinggi di Bumi Blambangan.
Perkuliahan dipusatkan di eks kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang berlokasi di Jalan Dr Sutomo Banyuwangi.
Pada tahap awal, ISI Surakarta kampus Banyuwangi membuka Fakultas Seni Pertunjukkan dengan dua program studi yakni prodi sarjana strata 1 (S1) Ethnomusikologi dan prodi S1 Tari.
Kepala Bagian Umum Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta Indah Widiastuti mengatakan perkuliahan telah dimulai pada Selasa (2/9).
“Perkuliahan di Banyuwangi mengikuti kurikulum yang ada di kampus ISI Surakarta namun dengan mayoritas memasukkan budaya Banyuwangi,” ujarnya.
Mata kuliah yang diajarkan untuk Jurusan Ethnomusikologi antara lain Pengantar Ethnomusikologi, Antropologi Musik, Dasar Musik Nusantara (Angklung Blambangan), dan Dasar Musik Nusantara (Tabuhan Gandrung).
Untuk Jurusan Tari, mata kuliahnya antara lain Pengetahuan Tari, Pengetahuan Koreografi, Sejarah Tari Nusantara, Tari Klasik Surakarta Putra/Putri Dasar Keprajuritan.
Berkenaan dengan mata kuliah, kampus seni ini mengolaborasikan antara dosen dari ISI Surakarta dan para maestro seni dari Banyuwangi.
“Akan ada kolaborasi antara Dosen dari ISI Surakarta dan juga dosen praktisi dari Banyuwangi dalam memberikan mata kuliah. Khususnya yang berhubungan dengan seni dan Budaya Banyuwangi,” terang Indah.
Tenaga pengajar akan langsung diisi 18 orang dosen dari Kampus ISI Surakarta, 8 orang dosen praktisi dari Banyuwangi, dan 5 dosen umum dari Banyuwangi.
“Para dosen yang berasal dari ISI Surakarta tersebut merupakan dosen PNS yang sebelumnya sudah mengajar di kampus pusat. Mereka akan berkolaborasi dengan dosen praktisi yang berasal dari seniman dan budayawan maestro Banyuwangi,” ungkap Indah.
Dosen Prodi Tari dari ISI Surakarta Renaldi Lestianto Utomo mengatakan, pihaknyha akan bekerja sama dengan maestro seni Banyuwangi untuk mengajarkan tentang tari dan musik Banyuwangi.
“Program mata kuliah ini kami rancang untuk menggali, meneruskan, dan mengajarkan nilai-nilai seni tari Banyuwangi,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, dibukanya perkuliahan ISI Surakarta di Banyuwangi ini merupakan salah satu strategi pembangunan bidang pendidikan.
Tidak hanya menyiapkan SDM yang berdaya saing, namun juga SDM yang menunjang pengembangan seni dan budaya Banyuwangi yang dikenal sangat kaya khazanahnya.
“Bagi kami, program ini adalah menyiapkan SDM yang berdaya saing. Bagaimana nanti pendidikan bisa menunjang seni budaya dan pariwisata daerah,” ujar Ipuk.
Kerja sama antara pemkab dan ISI Surakarta telah terjalin sekian lama. Dimulai sejak tahun 2016, pemkab menjadikan Kampus ISI sebagai salah satu pilihan kampus bagi anak-anak muda Banyuwangi yang mendapatkan Beasiswa Banyuwangi Cerdas.
“Kini semakin kuat dengan diselenggarakannya perkuliahan di Banyuwangi,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin