RADARBANYUWANGI.ID – Jalan nasional yang biasanya padat kendaraan kini berubah jadi arena bermain, belajar, sekaligus tempat piknik.
Pemandangan itu terlihat di Jalur Gumitir yang menghubungkan Banyuwangi dengan Jember, Senin (1/9).
Saat jalur vital ini ditutup total karena ada perbaikan jalan di Km 36.800 (tikungan Mbah Singo) dan Km 37.600 (sekitar Warung Khokap), sejumlah warga justru memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan.
Ada yang olahraga, jalan santai, hingga sekadar refreshing menikmati suasana jalanan lengang tanpa lalu lalang kendaraan.
Yang paling mencuri perhatian adalah sekelompok guru dan siswa SLB Bhakti Pertiwi, Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.
Mereka memanfaatkan kesempatan langka ini untuk mengadakan belajar di alam sekaligus makan bersama di tengah jalan nasional.
Baca Juga: Cinta dari Benci: 5 Drama Korea Enemy to Lovers yang Bikin Hati Campur Aduk
“Mumpung jalan belum dibuka, sekalian belajar di luar sekolah. Supaya anak-anak gak jenuh, bisa belajar di alam sambil bersenang-senang,” tutur Nana, salah satu guru pendamping.
Suasana akrab begitu terasa. Setelah belajar bersama, anak-anak membuka bekal yang mereka bawa dari rumah.
Mereka duduk lesehan di aspal mulus Gumitir, menikmati makanan sambil bercanda riang.
Baca Juga: Bank Jatim Bantah Paksa Megawati Main di Livoli 2025, Semua Sudah Sesuai Kontrak!
Keceriaan itu menghadirkan pengalaman tak terlupakan. “Sekali-sekali makan bersama di jalan nasional, kan gak semua sekolah bisa merasakan ini,” tambah Nana sambil tersenyum.
Penutupan jalur Gumitir sejak 24 Juli 2025 memang menyulitkan pengendara.
Namun di balik itu, bagi warga sekitar, ada kisah unik yang justru memberi warna berbeda.
Jalan nasional yang biasanya menegangkan, kini berubah jadi ruang kebersamaan penuh tawa. (*)
Editor : Ali Sodiqin