RADARBANYUWANGI.ID - Maraknya aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan, perusakan fasilitas umum (fasum), hingga penjarahan di sejumlah daerah beberapa hari terakhir ini, mengundang keprihatinan dari masyarakat.
Di tengah gelombang protes itu, seruan damai muncul dari ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi.
Ajakan menjaga kondusivitas dan kedamaian di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini, digaungkan oleh salah satu kiai berpengaruh di Bumi Blambangan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, KH Ahmad Hisyam Syafaat.
Pesan-pesan itu, disampaikan dalam Wisuda Sarjana ke-21 dan Pascasarjana ke-2 Universitas KH Mukhtar Syafaat Blokagung, Banyuwangi, Senin (1/9).
Kiai Hisyam meminta masyarakat untuk satu tekad menjaga situasi Kabupaten Banyuwangi tetap kondusif.
“Monggo bapak ibu hadirin semuanya, ikut menjaga Banyuwangi agar kondusif. Agar Banyuwangi aman, tentrem kerto raharjo. Jangan sampai seperti di daerah lain yang sekarang ini terjadi perusakan,” pintanya.
Menurut Kiai Hisyam, kondisi kemarahan masyarakat yang membuat rakyat ikut rugi, lantaran banyak fasilitas umum yang rusak itu, jadi contoh pentingnya pejabat menjaga lisan.
“Musibahnya kaum itu tergantung dari ucapannya. Kondisi ini karena kliru ucapan, di mana-mana bakar-bakaran. Makanya Banyuwangi ini harus dijaga agar fasilitas di Banyuwangi yang kita bangun ini tidak sampai terjadi kerusakan,” ajaknya.
Editor : Agung Sedana