RADARBANYUWANGI.ID - Menghadapi realita generasi muda yang rentan putus sekolah, Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi terus menguatkan program Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh).
Program yang telah bergulir sejak tahun 2016 ini menjadi salah satu langkah afirmasi dari Dispendik untuk memastikan anak-anak Banyuwangi tetap bisa mengenyam pendidikan.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno menjelaskan bahwa Garda Ampuh hadir untuk membantu para generasi muda yang berpotensi putus sekolah agar tetap dapat melanjutkan pendidikannya. Salah satu bantuan diwujudkan tabungan pelajar.
“Dalam Program Garda Ampuh berupa tabungan pelajar ini dipergunakan untuk membantu biaya personal pendidikan mereka. Dengan program ini, anak-anak Banyuwangi bisa terjamin tetap bersekolah,” ujarnya.
Menurut Suratno, melalui program Garda Ampuh para pelajar dari keluarga prasejahtera yang rentan putus sekolah dapat terjamin keberlanjutan pendidikannya.
“Kami ingin memastikan maupun menjamin agar anak-anak Banyuwangi tidak ada yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dispendik Banyuwangi Lina Kamalin menjelaskan, Garda Ampuh bukan sekadar bantuan finansial, melainkan juga gerakan sosial.
“Fokus utama kami adalah menjemput dan mengembalikan anak-anak yang sudah putus sekolah ke jalur pendidikan. Ada dua skema, yakni dikembalikan ke sekolah formal atau diarahkan ke pendidikan nonformal melalui program kejar paket di sanggar kegiatan belajar (SKB) maupun pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM),” terangnya.
Lina menambahkan, bentuk bantuan afirmasi yang diberikan berupa biaya pendidikan sebesar Rp 2,4 juta per tahun untuk semua jenjang, baik SD/MI/Kejar Paket A, SMP/MTs/Kejar Paket B, maupun SMA/SMK/MA/Kejar Paket C. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin